Yogyakarta (ANTARA) - Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta Noorhadi Hasan mengemukakan keberhasilan meraih gelar kesarjanaan bukan sekadar hasil dari proses membaca buku maupun menyelesaikan tugas akhir.
"Tetapi juga keberhasilan dalam menaklukkan tekanan psikologis, beban mental, dan berbagai tantangan selama proses studi," katanya pada Sidang Senat Terbuka dalam rangka Wisuda Periode I Tahun Akademik 2025/2026 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Selasa.
Menurut dia, di balik perjuangan meraih gelar kesarjanaan ada orang-orang yang setia menjadi kekuatan terbesar, terutama wali yang selalu hadir dalam setiap langkah dan perjuangan, dalam tawa maupun tangis.
Oleh karena itu, ia juga mengajak wisudawan untuk terus mengasah kemampuan berpikir kritis, logis, berkomunikasi secara efektif, serta menjunjung tinggi integritas dalam setiap langkah kehidupan.
"Kampus juga memberikan ruang terbaik bagi tumbuhnya kualitas akademik dan karakter. Kurikulum yang adaptif, dosen terbaik, dukungan riset, serta lingkungan yang menjunjung tinggi inklusivitas menjadi fondasi pendidikan," katanya.
Rektor Noorhaidi juga menyinggung kemenangan Zohran Mamdani sebagai Wali Kota Muslim pertama di New York tahun 2025.
"Kisah tersebut relevan bagi para lulusan karena mencerminkan bagaimana generasi muda mampu membawa perubahan melalui visi yang jelas, keberanian untuk mempertanyakan struktur lama, serta kontribusi nyata bagi masyarakat," katanya.
Ia berpesan kepada para lulusan agar dapat menjadi alumnus yang hebat dan berdampak, tetap rendah hati, tangguh menghadapi tantangan, serta terus belajar untuk memperluas wawasan dan mengembangkan diri.
"Ukuran kehebatan bukan seberapa tinggi anda naik, tetapi seberapa sering anda bangkit setelah jatuh. Biarlah hidup anda menjadi cerminan tagline kita: 'Empowering Knowledge, Shaping the Future'," katanya.
Pada Wisuda Periode I Tahun Akademik 2025/2026, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mewisuda 1.862 wisudawan dari program sarjana, magister, dan doktor yang dilaksanakan dalam dua hari pada 11 dan 12 November.
Pada prosesi wisuda hari pertama Selasa, ia mengukuhkan 663 wisudawan dengan rincian 388 wisudawan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, 149 wisudawan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, serta 126 wisudawan Program Pascasarjana.
Nabil Ghazy Hamdun, wisudawan Program Studi Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, yang dinobatkan sebagai lulusan terbaik tercepat, mengatakan wisudawan bukan hanya dituntut segera menyesuaikan diri dengan sistem, tetapi harus mampu beradaptasi dengan perubahan.
"Lebih dari itu, kita semua ditantang menjadi penggerak dan pengubah arah sistem, menghadirkan nilai, gagasan, dan inovasi baru di tengah dinamika zaman," katanya.
Dengan bekal ilmu, pengalaman, serta semangat integrasi dan interkoneksi yang diperoleh selama studi, dia berharap, para wisudawan dapat berperan aktif membangun masyarakat yang adaptif, kritis, berdaya saing, dan berkeadilan.
