Logo Header Antaranews Jogja

Perhiasan berbahan aluminium potensial dikembangkan

Kamis, 3 Januari 2013 16:23 WIB
Image Print
Pengrajin perak (Foto Antarajogja.com)

Jogja (ANTARA Jogja) - Kerajinan perhiasan berbahan baku aluminium potensial untuk dikembangkan di Yogyakarta, kata Wakil Ketua Asosiasi Penrajin dan Pengusaha Kecil Mataram Yogyakarta, Pandit Anggoro.

"Pengembang kerajinan perhiasan berbahan baku aluminium saat ini masih sedikit jumlahnya padahal sangat potensial untuk dikembangkan,"katanya di Yogyakarta, Kamis.

Menurut Pandit perajin di Kotagede, Yogyakarta, hingga saat ini masih belum mengarah pada kerajinan berbahan baku aluminium. Menurut dia,sebagian besar masih terfokus untuk memproduksi kerajinan dengan bahan baku perak atau tembaga saja.

"Utuk saat ini perajin perak di Kotagede yang juga memanfatkan bahan baku aluminium masih berkisar satu hingga dua orang saja.Selebihnya masih fokus di tembaga dan perak saja,"katanya.

Padahal, menurut dia, nilai keuntungan penjualan perhiasan atau kerajinan aluminium jika dibandingkan dengan perak atau tembaga tidak jauh berbeda untuk saat ini.

"Memang harga jualnya berbeda tapi perlu dicoba karena bahan bakunya separuh harga bahan baku perak dan tembaga,"katanya.

Selain itu, kata dia proses pembuatan kerajinan berbahan aluminium lebih mudah dan tidak terlalu rumit jika dibandingkan dengan pembuatan kerajinan perak atau tembaga.

"Kerajinan tembaga atau perak paling banyak mampu diproduksi sekitar 6 hingga 7 unit per orang setiap harinya, sedangkan kerajinan berbahan baku aluminium mampu mencapai 100 unit per orang dalam sehari dengan proses pembuatan yang sederhana,"katanya.

Menurut Pandit, kerajinan aluminium perlu juga dikembangkan mengingat penjualan kerajinan dengan bahan baku perak dan tembaga untuk saat ini masih melesu dengan kemampuan produksi yang sedikit.

Selain itu, lanjut dia, mengingat hingga saat ini daya beli wisatawan mancanegara masih menurun terhadap produk-produk kerajinan di Indonesia karena krisis di kawasan Eropa.

"Ya meskipun pasaran aluminium dengan perak atau tembaga sama-sama masih susah tapi paling tidak bahan bakunya lebih murah dan proses pembuatannya tidak rumit serta persaaingannya masih belum terlalu ketat,"katanya.

(KR-LQH)



Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026