
Korban Merapi peroleh bantuan peralatan dan modal

Sleman (ANTARA Jogja) - Korban bencana erupsi Gunung Merapi 2010 di Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, memperoleh bantuan peralatan dan modal usaha dari program Rehabiltasi dan Rekonstruksi Badan Nasional Penanggulangan Bencana senilai Rp601 juta.
Bantuan tersebut secara simbolis diserahkan Bupati Sleman Sri Purnomo kepada penerima bantuan di Balai Desa Argomulmo, Cangkringan, Sleman, Kamis.
"Peralatan yang diserahkan kepada masyarakat korban erupsi Merapi termasuk yang berkualitas baik, untuk itulah agar dirawat dan dipelihara dengan baik agar dapat digunakan dalam waktu yang relatif lama syukur bisa diwariskan pada generasi berikutnya," kata Bupati Sleman Sri Purnomo.
Menurut dia, dengan peralatan yang baru tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi.
"Diharapkan para ketua kelompok selalu peduli untuk melakukan pengawasan dan mengecek peralatan tersebut agar nilai kegunaannya akan lebih lama, yang jelas perawatan harus dilakukaan dengan benar dan baik. Kalau memang ada onderdil yang sudah waktunya diganti harus diganti, jangan sampai berlarut-larut yang justru malah akan merusak peralatan tersebut," katanya.
Ia mengatakan, karena peralatan tukang sudah baru daan serba listrik tidak manual lagi maka kualitas barang dan jumlahnya harus lebih baik dan meningkat.
"Terpenting semua anggota harus mampu menikmatinya terutam dalam peningkatan kesejahteraan. Diharapkan pula dinas terkait selalu mengontrol dan membina agar peralatan yang diberikan tersebut benar-benar dimanfaatkan dan dirawat dengan baik, dengan menejemen yang baik pula yaang pada akhirnya mampu meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat," katanya.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindakop) Kabupaten Sleman Pranowo mengataka, bantuan yang diserahkan tersebut untuk 51 kelompok binaan Disperindakop yang berupa bantuan alat dan modal program Rehab Rekon Eeupsi Merapi, agar dapat digunakan secara benar daan optimal.
"Khusus untuk pemulihan sektor ekonomi produktif pada Dinas Perindakop, program rehab rekon 2011-2012 strategi yaang dilakukan lebih banyak terkait pada hal-hal yang berkaitan dengan pemulihan ekonomi yang meliputi pelatihan motivasi, pelatihan alih profesi melalui ketrampilan industri dan calon usaha dagang serta bantuan alat, modal usaaha dan pendampingan," katanya.
Selain itu juga penumbuhan industri yang meliputi pemanfaatan bahan baku lokal, baik untuk industri kayu, pasir semen dan makanan.
"Sementara yang kemitraan meliputi temu usaha UKM dan pengusaha/toko modern, studi banding ke daerah lain dan pameran-pameran di berbagai kota," katanya.
Ia mengatakan, dari 51 kelompok penerima bantuan tersebut terdiri dari sektor industri 18 kelompok, sektor perdagangan 11 kelompok dan sektor koperasi 22 kelompok.
"Pada 2013 ini akan ditekankan pada hal-hal yang berkaitan dengan peningkatan ketrampilan teknologi industri, pemantapan usaha dagang , pemanfaatan dan pemantapan potensi setempat dan pemantapan kelembagaan meliputi pendampingan koperasi di daerah lereng Gunung Merapi dan pelatihan usaha bagi pelaku usaha yang mulai eksis," katanya.
(V001)
Pewarta :
Editor:
Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026
