Logo Header Antaranews Jogja

Beringharjo akan dilengkapi klinik kesehatan

Minggu, 20 Januari 2013 20:09 WIB
Image Print
Pasar Beringharjo Yogyakarta (Foto ANTARA/Heribertus)

Jogja (ANTARA Jogja) - Pasar tradisional terbesar di Kota Yogyakarta, Beringharjo akan dilengkapi dengan klinik kesehatan yang bisa dimanfaatkan tidak hanya untuk pedagang di pasar tersebut tetapi juga untuk masyarakat umum yang menjadi konsumen.

"Klinik ini direncanakan dibuka secara resmi pada Rabu (23/1). Letaknya di lantai tiga Pasar Beringharjo," kata Kepala Dinas Pengelolaan Pasar Suyana di Yogyakarta, Minggu.

Menurut dia, klinik tersebut sudah memiliki kelengkapan pelayanan kesehatan yang cukup memadai seperti di puskesmas sehingga pasien yang datang bisa mendapatkan obat, bahkan memiliki layanan laboratorium tersendiri.

Klinik tersebut juga akan dilengkapi dengan fasilitas medis seperti tandu untuk keperluan gawat darurat, kursi roda, tabung oksigen dan peralatan medis lain. Tenaga medis yang akan melakukan pelayanan kesehatan berasal dari Puskesman Gondomanan.

Luasan klinik juga cukup memadai, yaitu ruang pemeriksaan 8x4 meter persegi, dengan ruang tunggu 4x4 meter persegi dan klinik tersebut direncanakan buka setiap Senin hingga Sabtu pada pukul 10.00 WIB hingga 12.00 WIB.

"Dari 32 pasar tradisional yang ada di Yogyakarta, baru Pasar Beringharjo yang dilengkapi dengan klinik kesehatan. Ditargetkan klinik serupa akan dibuka di Pasar Giwangan dan Prawirotaman," katanya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Pengembangan Dinas Pengelolaan Pasar Kota Yogyakarta Rudi Firdaus mengatakan, keberadaan klinik kesehatan tersebut ditujukan untuk mewujudkan program pasar sehat.

Selain klinik, di pasar tersebut juga akan dibentuk kader kesehatan dari berbagai komunitas di pasar. Kader kesehatan tersebut akan memperoleh pelatihan pertolongan pertama pada kecelakaan.

Rudi mengatakan, selama ini Pasar Beringharjo telah memiliki sebuah klinik kesehatan sederhana di lantai dasar namun kurang mampu mengakomodasi kebutuhan pedagang dan konsumen di pasar.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Tuty Setyowati mengatakan, idealnya seluruh pasar tradisional memiliki klinik kesehatan, namun prioritas sementara adalah pasar yang menjadi tujuan wisata di Yogyakarta.

"Beringharjo sudah memiliki klinik kesehatan yang saat itu berada di antara kios pedagang, namun keberadaannya kurang optimal dan hanya buka dua kali dalam sepekan, Selasa dan Kamis," katanya.

Kurang optimalnya klinik kesehatan tersebut, lanjut dia, disebabkan keterbatasan sumber daya manusia (SDM). "Untuk kebutuhan SDM di klinik akan coba dioptimalkan kembali," katanya.

(E013)



Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2026