Logo Header Antaranews Jogja

Pakar: jalur penambang pasir Merapi perlu diperlebar

Kamis, 14 Februari 2013 19:56 WIB
Image Print
Penambangan pasir Merapi (Foto jogja.antaranews.com)

Jogja (Antara Jogja) - Jalur truk penambang pasir menuju sungai perlu diperlebar untuk memperlancar proses evakuasi saat terjadi banjir lahar dingin, kata Kepala Pusat Studi Bencana Universitas Gadjah Mada, Djati Mardiatno.

"Jalur truk penambang pasir saat ini cukup sempit, sehingga susah untuk bergerak cepat menghindari banjir lahar dingin," katanya di Yogyakarta, Kamis.

Menurut dia, jalur penambang pasir tiap-tiap suangai di Yogyakarta harus memiliki jalur khusus yang minimal bisa dilalui dua truk penambang pasir.

"Kalau memang penambangan tersebut legal dan diperbolehkan oleh pemerintah setempat maka keselamatan kerja penambangan pasir perlu diperhatikan," katanya.

Menurut Djati upaya pelebaran jalur truk penambang pasir harus diupayakan menyikapi bencana banjir lahar dingin yang menimpa empat truk milik penambang pasir di Sungai Gendol, Dusun Kepuh, Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Selasa (12/2).

"Peristiwa yang terjadi di Kali Gendol beberapa hari yang lalu di antaranya disebabkan terhambatnya beberapa truk untuk naik karena jalur hanya bisa dilewati satu truk sehingga harus mengantre," katanya.

Dia mengatakan selama musim hujan yang berlangsung hingga April 2013 potensi banjir lahar dingin masih akan terus terjadi meskipun kadar material yang dibawa sebagian besar sudah mulai berkurang.

"Di beberapa sungai seperti Sungai Woro dan Gendol memang masih berpotensi membawa banyak material sisa erupsi namun untuk sungai-sungai yang lain secara umum sudah mulai tipis kadar sisa material erupsinya," katanya.

Setiap warga yang melakukan aktivitas di dekat sungai seharusnya peka terhadap sitem peringtan dini banjir lahar dingin yang telah dipasang Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan dipantau secara "real time" oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK).

"Kalau masyarakat peka terhadap sitem peringatan dini yang telah difasilitasi, maka kemungkinan besar tidak akan ada korban-korban banjir lahar dingin susulan,"katanya.

(KR-LQH)



Pewarta :
Editor: Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026