Logo Header Antaranews Jogja

Penghijauan di Kabupaten Bantul terhambat

Sabtu, 16 Februari 2013 11:42 WIB
Image Print
Ilustrasi hutan lindung (antaranews.com)

Bantul (Antara Jogja) - Pelaksanaan program penghijauan atau reboisasi di wilayah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, belum optimal karena masih ada hambatan, kata Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan setempat Edy Suhariyanta.

"Penghijauan di Bantul terus berjalan, karena setiap tahun ada alokasi anggaran untuk pengadaan bibit pohon. Namun, di lapangan masih ada hambatan," katanya di Bantul, Sabtu.

Menurut dia, hambatan dalam pelaksanaan program penghijauan di antaranya karena sasaran lahan di titik tertentu terdapat lokasi yang rawan longsor. Namun, sampai sekarang oleh masyarakat desa setempat belum diusulkan untuk dilakukan penghijauan.

"Penghijauan di lahan tersebut tidak mudah, karena selain sulit untuk ditanami bibit pohon karena tanahnya kering, di daerah itu sulit dijangkau warga," katanya.

Hambatan lainnya, menurut dia, ketika tanaman penghijauan sudah besar, maka pohon ditebang oleh penduduk untuk diambil kayunya, kemudian dijual. "Meski ada pengganti tanaman tersebut, tetapi belum maksimal," katanya.

Ia menjelaskan, meski di Bantul sudah menerapkan motto "tebang satu tanam lima bibit pohon", namun masih ada kelemahan, karena bibit pohon ditanam setelah ada penebangan, padahal seharusnya ditanam dulu sebelum ada penebangan.

"Motto tersebut sudah dilakukan, tetapi dalam praktiknya masih banyak warga yang menebang dulu, baru kemudian berfikir untuk menanam bibit pohon penggantinya," katanya.

Jadi, kata dia, di sini ada waktu kosong di lahan, yang seharusnya setahun sebelumnya bibit sudah ditanam, atau sebelum ada penebangan,.

Menurut dia, di Bantul terdapat hutan seluas 8.500 hektare termasuk hutan di lahan kritis seluas 2.700 hektare.

Ia mengatakan hutan tersebut kondisinya tidak merata, seperti di lokasi tertentu ada pohon yang sudah layak ditebang oleh penduduk karena berdiameter 20 sentimeter.

"Ada juga di lokasi lain yang pohonnya masih kecil, dengan diameter lima sampai 10 sentimeter, itu belum layak ditebang," katganya.

Menurut dia, pohon tersebut harus terus dijaga, dan dipertahankan.

Hutan tersebut tersebar di delapan kecamatan dari 17 kecamatan di Kabupaten Bantul, yakni Dlingo, Imogiri, Pleret, Piyungan, Pajangan, Sedayu, Bambanglipuro, serta Kecamatan Kasihan.

"Setiap tahun rata-rata kami sediakan 150 ribu bibit pohon, mulai dari akasia, jati, dan mahoni untuk penghijauan," katanya.

(KR-HRI)



Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026