
Kemkeu: subsidi BBM selalu meningkat

Jogja (Antara Jogja) - Alokasi subsidi bahan bakar minyak dari tahun ke tahun selalu meningkat sehingga membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, kata Kepala Pusat Kebijakan APBN Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Rofyanto Kurniawan
"Pada 2011 subsidi bahan bakar minyak (BBM) mencapai Rp129 triliun, kemudian meningkat menjadi Rp165 triliun pada 2012," katanya di Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Sabtu.
Bahkan, menurut dia pada diskusi panel interaktif bertema "Kebijakan Subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Perekonomian Nasional", utang subsidi sebesar Rp23 triliun pada 2012 belum dibayar.
Anggota Komisi VII dan anggota Badan Anggaran DPR RI Isma Yatun mengatakan, pemerintah saat ini kesulitan mengawasi pembatasan pemakaian BBM bersubsidi.
Bahkan, menurut dia, dari target pemerintah agar kendaraan pemerintah dan perusahaan negara tidak mengkonsumsi BBM bersubsidi tidak tercapai.
"Di Jawa dan Bali, dari target 80 persen kendaraan pemerintah dan perusahaan negara hanya tercapai 23 persen, belum daerah lain, katanya.
Ia mengatakan, pilihan untuk menaikkan harga BBM menjadi pilihan yang sulit bagi pemerintah. Jika pemerintah menaikkan harga sesuai dengan harga internasional maka harga BBM akan menjadi Rp9.000 per liter.
"Untuk itu pemerintah perlu melakukan langkah mengurangi subsidi BBM secara bertahap agar subsidi tersebut bisa dialihkan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, kesehatan, dan mengurangi jumlah masyarakat miskin," katanya.
(B015)
Pewarta :
Editor:
Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026
