
Bantul akan renovasi pasar tradisional Janten

Bantul (Antara) - Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan merenovasi pasar tradisional Janten di Desa Ngestiharjo, Kecamatan Kasihan guna meningkatkan kenyamanan pedagang dan pembeli dalam beraktivitas di pasar itu.
"Kami akan renovasi Pasar Janten menjadi dua lantai untuk menambah kapasitas tempat jualan mengingat pertumbuhan jumlah pedagang pasar," kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten Bantul Sulistyanto di Bantul, Senin.
Ia mengatakan Pasar Janten merupakan pasar kulakan aneka roti dan kue, serta jajanan yang beroperasi hanya pada malam hari antara produsen dengan pedagang, pedagang itu kemudian menjual dagangan pagi harinya.
Ia mengatakan pasar seluas 1.000 meter persegi yang berkembang sejak 2005 itu belum pernah direnovasi, padahal semakin lama pertumbuhan pedagang semakin banyak hingga mengakibatkan memenuhi jalan sekeliling pasar.
"Kondisi pasar masih berupa los dan terbuka, namun justru ini keunikan Pasar Janten ini, karena dengan begitu pedagang yang sebagian besar dari luar Bantul tetap bisa masuk dengan leluasa," katanya.
Menurut dia, proses renovasi Pasar Janten akan dilakukan secara bertahap agar kegiatan pasar bisa berjalan dan tidak seperti model kios, melainkan los dua lantai dan di tengah tetap terbuka untuk akses kendaraan.
"Untuk melebarkan pasar jelas tidak mungkin karena di sekeliling ada jalan dan pemukiman penduduk, sehingga hanya dibuat lantai dua. Tahap pertama kami usulkan anggaran Rp960 juta," katanya.
Ia berharap, dengan semakin baiknya fasilitas dan kondisi pasar maka dapat mempertahankan keberadaan pasar tradisional di Bantul.
Selain Pasar Janten, pemkab juga merencanakan revitalisasi pada sejumlah pasar tradisional lainnya.
Kepala Kantor Pengelolaan Pasar Bantul Hermawan Setiadji menyebutkan ada enam pasar tradisional yang masuk dalam rencana renovasi pada 2013, satu di antaranya membangun baru yakni pasar unggas.
Menurut dia, pasar yang akan direnovasi adalah Pasar Bantul, Pasar Dlingo, Pasar Pleret, Pasar Janten di Ngestiharjo, Kasihan, dan Pasar Jlagran di Poncosari, Srandakan kemudian pembangunan pasar unggas di barat Pasar Bantul.
"Di Bantul ada 31 pasar tradisional, dan beberapa pasar tersebut mendesak untuk dilakukan renovasi dibanding pasar tradisional lainnya mengingat kondisi pasar yang kurang layak, dan juga tidak mampu menampung semua pedagang pasar itu," katanya.
Ia mengatakan secara rincian renovasi Pasar Bantul akan menelan biaya sebesar Rp8 miliar, Pasar Dlingo sebesar Rp2 miliar, Pasar Pleret sebesar Rp1 miliar, Pasar Janten sebesar Rp960 juta, pasar unggas Rp1 miliar, dan Pasar Jlagran sebesar Rp250 juta. ***3***
(KR-HRI)
Pewarta : Oleh Heri Sidik
Editor:
Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026
