Sleman (Antara Jogja) - Kelompok Petani Ikan "Mina Kepis" Dusun Burikan, Desa Sumberadi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis, memperoleh bantuan laman Pusat Informasi Harga Pangan Strategis bantuan Program Sosial Bank Indonesia untuk peningkatan produksi ikan kelompok tani ini.
Pada kesempatan tersebut, selain penyerahan bantuan kepada Kelompok Pembudidaya Ikan Mina Kepis, diserahkan pula Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) secara simbolis kepada wirausaha baru Bank Indonesia KSU Jatirogo, Asosiasi Pasar Tani Cabai Kulon Progo, Gapoktan Mitra Usaha Tani, Kelompok Tani Purwo Manunggal dan Kelompok Tani Jamur, Sedayu, Bantul.
Bantuan diserahkan Deputi Gubernur BI Hartadi Sarwono diserahkan kepada Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, selajutnya diserahkan kepada para penerima program sosial BI.
Deputi Gubernur BI Hartadi Sarwono mengatakan, tujuan diresmikannya Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) tersebut dalam rangka membangun dan mengembangkan sistem pelaporan informasi harga pangan strategis yang efisien dan "user friendly".
"Selain itu, juga untuk membangun dan mengembangkan `website` informasi harga komoditas yang informatif dan mudah diakses dari berbagai tempat dan setiap waktu," paparnya.
Sedangkan Sri Sultan mengharapkan bantuan program sosial Bank Indonesia berupa bantuan teknis dan fisik senilai lebih dari Rp2,5 miliar, dapat meningkatkan kapasitas dan nilai tambah produk-produk UMKM dan kelompok binaan, sekaligus membuka "mindset" bisnis binaan.
"Dalam implementasinya program dilaksanakan melalui kerja sama dengan pemerintah daerah setempat, perguruan tinggi dan pihak-pihak lain yang relevan," tuturnya.
Bupati Sleman Sri Purnomo dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wakil Bupati Sleman Yuni Satia Rahayu mengatakan konsumsi ikan perkapita di Kabupaten Sleman mengalami peningkatan.
"Pada 2011 konsumsi ikan perkapita sebesar 27,78 kilogram per kapita per tahun dan pada 2012 meningkat menjadi 28,65 kilogram per kapita per tahun," ujarnya.
Menurut dia, tingkat konsumsi ikan di Sleman secara rata-rata lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat konsumsi ikan di DIY yaitu sebesar 20,00 kilogram untuk 2011.
"Peningkatan konsumsi ikan di Sleman tersebut dipicu meningkatnya jumlah kelompok pembudi daya ikan, rumah makan/restoran ikan dan UKM yang mengolah berbagai produk olahan pangan nirbahan baku ikan serta didukung peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan, yang mulai bergeser pada konsumsi makanan nonkolesterol," katanya.
Ia mengatakan, dari sekitar 70 ribu ton produksi ikan pertahun di DIY, masyarakat perikanan Sleman telah mampu memberikan kontribusi 28 persen dari produksi ikan pertahun di DIY.
"Dari tahun ke tahun produksi ikan di Sleman semakin meningkat. Dengan demikian usaha budidaya perikanan dapat menjadi sektor usaha unggulan di Kabupaten Sleman," ucapnya.
(V001)
