
Evakuasi korban Gua Seropan selesai dini hari

Gunung Kidul (Antara Jogja) - Evakuasi tiga korban tewas akibat terjebak banjir bandang di Gua Seropan, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, baru selesai pada Rabu dini hari.
"Korban yang tewas itu adalah tiga anggota Himpunan Kegiatan Speleologi Indonesia (Hikespi)," kata Ketua Pelaksana Diklat Caving Hikespi Cahyo Alkantana di Gunung Kidul, Rabu.
Menurut dia, mereka mengalami kecelakaan dan tewas di Gua Seropan II di Dusun Serpeng, Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, Gunung Kidul, akibat banjir bandang di dalam gua itu pada Selasa (19/3).
Ia menyebutkan ketiga korban tersebut yaitu Ganang Samudra asal Solo, Hevin Fahariza asal Surabaya, dan Dian.
"Atas nama panitia kami akan bertanggung jawab dan meminta maaf kepada keluarga korban," katanya.
Menurut Cahyo, ketiga korban tewas tergantung pada tali. "Kejadiannya berawal saat satu tim yang terdiri 20 orang peserta dan empat pemandu masuk ke Gua Seropan II. Mereka masuk ke gua pada Selasa (19/3) sekitar pukul 10.00 WIB. Banjir terjadi sekitar pukul 15.00 WIB," katanya.
Pihaknya melakukan diklat ini sebagai pendidikan latihan dasar speleologi. Pesertanya 60 orang, dan 14 instruktur. Pelatihan berlangsung mulai 15 Maret, dan rencananya sampai 21 Maret 2013.
Ia mengatakan setiap tiga bulan sekali diselenggarakan kursus ini bagi mahasiswa pecinta alam se Indonesia. "Kami menyelengarakan ini rutin setiap tiga bulan sekali," katanya.
Saat kejadian, menurut Cahyo, regu penyelamat berupaya menyelamatkan para korban, namun diakuinya terkendala cuaca dan kedalaman gua yang mencapai 40 meter.
Ia menyebutkan semua korban berada di kedalaman 20 meter hingga 30 meter.
Ketiga korban tersebut tenggelam dalam kondisi terkait tali. Sementara itu, 21 korban lainnya berhasil menyelamatkan diri.
"Evakuasi korban berlangsung cukup lama, sejak Selasa sekitar pukul 17.00 WIB hingga Rabu sekitar pukul 01.00 WIB. Ketiga korban itu langsung dibawa ke RSUD Wonosari, Gunung Kidul," katanya.
Menurut dia, gua ini sudah digunakan berkali-kali untuk kegiatan itu.
"Tetapi kali ini tanpa diduga terjadi musibah karena faktor alam," katanya.
(KR-STR)
Pewarta : Oleh Sutarmi
Editor:
Mamiek
COPYRIGHT © ANTARA 2026
