
1.000 peserta ikuti jalan sehat "TB Day"

Sleman (Antara Jogja) - Sebanyak 1.000 perserta dari berbagai instansi dan sekolah di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengikuti Jalan Sehat Gebyar Simpatik "TB Day" yang berlangsung dari lapangan Pemda Kabupaten Sleman, Jumat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Sleman Sri Purnomo, Sekretaris Daerah Sunartono, Kepala Dinas Kesehataan Kabupaten Sleman Mafilindati Nuraini, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sleman Rohman Agus Sukamto, juga perwakilan dari Dinkes Provinsi DIY.
Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan, penyakit TB adalah penyakit yang menular secara langsung melalui percikan dahak. Oleh karena itu penderita TB selain harus rajin berobat agar benar-benar sembuh, diupayakan untuk selalu menjaga diri di lingkungannya di mana penderita berada.
"Bila batuk atau bersin sangat dianjurkan untuk menutup mulutnya serta tidak meludah di sembarang tempat. Dengan demikian orang-orang di sekitarnya seperti keluarga atau kawan-kawannya tidak terinfeksi kuman TBC," katanya.
Bupati berharap dukungan masyarakat dan pihak-pihak lain, secara bersama-sama melakukan berbagai upaya strategis, mensinergikan peran-peran swasta, pemerintah maupun masyarakat dalam membantu pengobatan dan mengupayakan pencegahan penyebaran TB.
"Marilah kita optimalkan dukungan dan kerja keras untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap penyakit TB," katanya.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Bambang Cahya Purnama mengatakan, penyakit TB adalah penyakit menular langsung yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat.
"Diperkirakan satu per tiga penduduk dunia telah terinfeksi penyakit tersebut," katanya.
Menurut dia, penyakit TB disebabkan bakteri yang disebut "Mycobacterium Tuberkulosis" yang ditemukan pertama kali oleh Robert Koch pada 24 Maret 1882, sehingga setiap 24 Maret diperingati sebagai "TB DAY" atau Hari TB Se Dunia.
Ia mengatakan, situasi penyakit Tuberkulosis di Kabupaten Sleman pada 2012 ditemukan 363 penderita baru TB BTA positif atau 56,45 persen.
"Dari jumlah tersebut 73 persen penderita adalah kelompok usia produktif 15 hingga 50 tahun. Sedangkan untuk kasus TB resisten obat/TB MDR tercatat ada 10 yang dicurigai dan enam di antaranya positif TB MDR," katanya.
(V001)
Pewarta : Oleh Victorianus Sat Pranyoto
Editor:
Heru Jarot Cahyono
COPYRIGHT © ANTARA 2026
