Logo Header Antaranews Jogja

Pasokan cabai minim akibatkan harga melonjak

Jumat, 22 Maret 2013 17:07 WIB
Image Print
Cabai rawit merah (Foto kedaicemerlang.indonetwork.co.id)

Bantul (Antara Jogja) - Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menegaskan lonjakan harga cabai di pasaran saat ini akibat minimnya pasokan komoditas tersebut.

"Lonjakan harga cabai karena saat ini bukan musim tanam cabai, sehingga produksi terbatas dan berdampak pada minimnya pasokan," kata Kasi Pengembangan Pengawasan Perdagangan Dalam dan Luar Negeri Disperindagkop Bantul, Subaryoto di Bantul, Jumat.

Menurut dia, berdasarkan pantauan petugas di sejumlah pasar tradisional harga cabai rawit merah naik dari Rp35 ribu per kilogram menjadi Rp40 ribu per kilogram dan cabai merah biasa dari Rp21 ribu per kilogram menjadi Rp38 ribu per kilogram.

"Petugas melakukan pantauan di lima pasar seperti Pasar Niten, Bantul, Imogiri, Piyungan dan Pleret, rata-rata harga cabai naik, karena pasokan ke pasar setempat minim akibat musim paceklik," katanya.

Ia memastikan, kenaikan ini akibat petani di daerah penghasil tidak menanam cabai, bahkan pasokan dari luar daerah terhambat karena daerah lain juga mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan sendiri.

"Beberapa daerah pemasok seperti Wonosobo, Temanggung dan Boyolali beberapa hari ini tidak memasok ke Bantul, ditambah daerah penghasil cabai di Bantul seperti Kretek, Sanden, Parangtritis dan Bambanglipuro juga tidak menanam cabai," katanya.

Menurut dia, terhadap tingginya harga cabai di pasaran ini, pihaknya tidak menggelar operasi pasar, melainkan melakukan pemantauan di pasar guna memastikan pasokan tetap lancar meskipun terjadi pengurangan volume.

"Untuk operasi pasar tidak karena mekanisme pasar seperti ini, namun kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah (Pemda) DIY untuk terus memantau distribusi ke pasar-pasar agar tidak terhambat," katanya.

Ia menyebutkan, untuk bawang merah dan bawang putih yang sebelumnya harganya sempat melonjak, namun dalam beberapa hari ini sudah berangsur turun, meski belum sampai kisaran harga normal.

Ia menyebutkan, harga bawang merah beberapa pekan lalu sempat Rp55.000 berangsur turun menjadi Rp50.000 per kilogram dan turun lagi menjadi Rp40.000 per kilogram saat ini, kemudian bawang putih dari sebelumnya Rp45.000 menjadi Rp35.000 per kilogram.

"Sementara komoditas yang lain seperti minyak goreng dan telur harganya relatif stabil. Justru harga beras yang turun seperti IR 1 dari Rp7.000 menjadi Rp6.800 per kilogram dan IR 2 dari Rp7.500 menjadi Rp7.000 per kilogram," katanya.

(T.KR-HRI



Pewarta :
Editor: Heru Jarot Cahyono
COPYRIGHT © ANTARA 2026