Logo Header Antaranews Jogja

BPS Sleman sosialisasikan Sensus Pertanian

Selasa, 2 April 2013 15:41 WIB
Image Print
Ilustrasi (istimewa)

Sleman (Antara Jogja) - Badan Pusat Statistik Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyelenggarakan sosialisasi tetang Sensus Pertanian 2013, Selasa.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sleman Harjana mengatakan sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang cukup dominan dalam pembangunan ekonomi di Indonesia.

"Mengingat pentingnya sektor pertanian, maka pada 2013 ini BPS Sleman kembali mengadakan Sensus Pertanian yang ke enam setelah sensus yang sama diselenggarakan pada 1963,1973,1983,1993, dan 2003," katanya.

Menurut dia, sosialisasi ini merupakan salah satu tahapan dari serangkaian tahapan penyelenggaraan ST 2013 di Kabupaten Sleman.

"Sosialisasi diselenggarakan dalam bentuk diskusi panel dan diikuti 50 peserta yang terdiri dari Instansi terkait dan 17 camat se Kabupaten Sleman," katanya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman Sunartono mengatakan bahwa jajaran Pemkab Sleman menyambut gembira Sosialisasi Sensus Pertanian ini dari Badan Pusat Statistik (BPS).

"Diharapkan sosialisasi ini akan membuat masyarakat lebih siap memberikan kontribusinya dalam mensukseskan Sensus Pertanian nanti, khususnya dalam memberikan keterangan yang benar dan sejujur-jujurnya sesuai dengan realita di lapangan," katanya.

Menurut dia, hasil sensus kali ini akan dipakai sebagai "benchmark" kuantitatif yang cermat.

"Angka-angka yang dihasilkan akan dipakai sebagai bahan dasar kebijakan yang akan diambil oleh para pengguna data baik oleh pemerintah maupun pengguna data lainnya seperti akademisi untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan pelaku bisnis untuk pengembangan usaha ekonomi," katanya.

Ia mengatakan, mengingat sedemikian penting dan strategisnya hasil pelaksanaan sensus pertanian tersebut, maka sensus pertanian harus didukung dan disukseskan bersama.

"Salah satu dukungan tersebut adalah dengan memberikan keterangan yang sebenarnya.

Keberhasilan pelaksanaan sensus pertanian akan memberikan manfaat yang besar bagi para pengguna data nantinya. Oleh karena itu data yang diperoleh dari sensus ini hendaknya merupakan data yang benar-benar valid, aktual dan faktual," katanya.

Sunartono mengharapkan agar sensus ini juga dapat disinergikan dengan kebutuhan daerah. Sehingga diharapkan sensus yang dilakukan tidak hanya semata-mata untuk kepentingan BPS saja, tetapi juga sekaligus mengakomodir kebutuhan data Pemerintah Kabupaten Sleman sebagai bahan pengambilan kebijakan dan perencanaan.

"Diharapkan sensus kali mampu menghindari terjadinya duplikasi data. Diharapkan pula agar kalangan dunia usaha baik yang besar maupun yang kecil di Sleman bersedia memberikan keterangan kepada petugas sensus secara benar sesuai dengan kondisi yang sebenarnya baik itu menyangkut nilai produksi, luas lahan, jumlah tenaga kerja dan lainnya," katanya.

Ia mengatakan, masyarakat tidak perlu takut atau curiga pada para petugas sensus dalam memberikan keterangan secara benar dan transparan.

"Kepada petugas sensus saya berharap agar dalam menjalankan tugasnya dapat bertugas dengan baik dan ramah, sehingga tidak membuat masyarakat segan untuk memberikan informasi dan data-datanya," katanya.

V001



Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2026