Logo Header Antaranews Jogja

Bupati: kasus DB Gunung Kidul tinggi

Jumat, 5 April 2013 14:46 WIB
Image Print
Pemerintah Gunung Kidul, DIY, berkomitemen mengurangi kasus demam berdarah. Untuk itu, pemkab melakukan sidak di sekolah dan pondok pesantren. (Foto ANTARA/Mamiek)

Gunung Kidul (Antara Jogja) - Kasus demam berdarah di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, selama Januari-Maret 2013 mencapai 181 penderita atau sangat tinggi, kata Bupati Gunung Kidul Badingah.

Badingah di Gunung Kidul, Jumat, mengatakan untuk menurunkan tingginya kasus demam berdarah, pemerintah kabupaten (pemkab) akan melakukan berbagai gebrakan seperti melakukan inspeksi mendadak toilet (sidak) sekolah-sekolah dan pondok pesantren (ponpes) di wilayah setempat secara rutin.

"Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Pemkab Gunung Kidul untuk mencegah penularan demam berdarah," kata Badingah.

Dalam sidak yang dilakukan bupati, Dinas Kesehatan, dan jajaran satuan kerja perangkat daerah (SKPD) melakukan pemeriksaan langsung bak air. Selain memeriksa bak, rombongan juga memeriksa kantin sekolah di SMP 4 Playen. Ada lima lokasi yang disidak.

Ia mengatakan, namun jika dibandingkan 2012, pada 2013 ini kasus Deman Berdarah Dengue (DBD) mengalami penurunan. Hal ini terlihat, kasus demam berdarah pada Januari sebanyak 71 penderita, Februari 59 penderita dan 51 Orang pada Maret.

"Harapan kami kasus demam berdarah bisa nol. Allhamdulilah, sekarang sudah berangsur turun," katanya.

Ia mengatakan alasan pemkab memilih melakukannya sidak di sekolah dan pondok pesantren karena untuk memastikan kalau kamar mandinya sudah bersih dan terbebas dari jentik nyamuk.

Untuk itu, dirinya mengajak siswa-siswi dan santri selalu melaksanakan program 3 M yakni menguras, menimbun dan menutup. Selain itu diadakan abate massal.

"Bisa juga menggunakan ikan yang dimasukkan ke dalam bak mandi. Itu merupakan cara paling murah dan mudah,"katanya.

Pencegahan yang paling efektif dalam mencegah penyebaran DBD, menurut Badingah harus dilakukan dengan menjaga kebersihan lingkungan.

"Yang paling utama ialah menjaga lingkungan,"katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Gunung Kidul Widodo mengatakan memasuki bulan April, jumlah kasus DBD cenderung mengalami penurunan. Meskipun begitu, masyarakat dihimbau tetap waspada dan menjalankan program pemberantasan sarang nyamuk serta melaksanakan pola hidup sehat.


(KR-STR)



Pewarta :
Editor: Mamiek
COPYRIGHT © ANTARA 2026