
Pemkab Bantul tindaklanjuti tertukarnya soal UN

Bantul (Antara Jogja) - Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta menindaklanjuti permasalahan terkait tertukarnya soal Ujian Nasional mata pelajaran Bahasa Inggris saat pelaksanaan ujian tersebut di sebuah SMA setempat.
Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul, Riyantono di Bantul, Jumat, mengatakan pihaknya telah mendapat laporan dari Dinas Pendidikan Menengah dan Nonformal Bantul tentang tertukarnya soal Bahasa Inggris yang seharusnya untuk jurusan IPA namun diserahkan untuk IPS dan sebaliknya.
"Atas kejadian itu kami sudah perintahkan kepada teman-teman di Dikmenof untuk menceritakan kronologis dengan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) termasuk ke Dinas Pendidikan DIY, dan setelah dikomunikasikan dengan pusat, tidak ada masalah," katanya.
Menurut dia, tertukarnya soal mata pelajaran Bahasa Inggris itu menimpa sebanyak 47 siswa yang terbagi menjadi tiga kelas, akan tetapi setelah diketahui materi soal Bahasa Inggris untuk IPA dan IPS sama maka tidak ada masalah.
"Teman-teman di Dikmenof diminta untuk menyesuaikan dengan mengganti judul kop sampul IPA menjadi IPS dan sebaliknya, sehingga meskipun ada kesalahan dalam memasukkan lembar jawaban, masalah ini tetap bisa diselesaikan," katanya.
Ditanya mengenai adanya sanksi kepada pengawas yang mengakibatkan tertukarnya soal ini, pihaknya masih belum dapat memastikan, karena saat ini yang paling penting menyelesaikan masalah yang menimpa siswa itu.
"Belum sampai ke arah kesalahan, karena belum pada tahapan investigasi, tapi yang penting kami sudah selesaikan dulu permasalahan krusial yakni pada anak didik untuk cari solusi, pada suatu saat nanti arahnya bisa kesitu," katanya.
Sementara itu, meski ada kejadian tersebut, namun pihaknya mengklaim secara umum pelaksaan UN di semua SMA Bantul berjalan lancar, beberapa siswa yang pada saat ujian dilaporkan sedang mengalami sakit, sudah mampu teratasi dengan baik.
"Ada beberapa siswa yang ujian di rumah sakit, namun itu bisa langsung ditangani sekolah, kami sempat memantau di tujuh sekolah dan bertanya kepada pengawas tidak ada kendala dan semua sudah sesuai standar," katanya.
Sementara Bupati Bantul, Sri Suryawidati juga mengatakan permasalahan tertukarnya soal UN di salah satu SMA tersebut sudah selesai karena sudah ditindaklanjuti Sekda dan dinas terkait.
"Kami memang mendapat laporan adanya soal yang tertukar, namun itu sudah diselesaikan, juga tidak perlu lagi adanya ujian susulan," katanya.
Menurut dia, tertukarnya soal tersebut merupakan persoalan manusiawi yang bisa saja terjadi sama siapa dan dimana saja, sehingga persoalan tersebut tidak perlu diperpanjang karena memang sudah dianggap selesai.
(KR-HRI)
Pewarta : Oleh Heri Sidik
Editor:
Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026
