
Bappeda Kota Bogor studi orientasi RIPPARDA DIY

Jogja (Antara Jogja) - Bappeda Kota Bogor, Jawa Barat, melakukan studi orientasi Perda Nomor 1 Tahun 2012 tentang Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
Dalam studi orientasi itu, rombongan Bappeda Kota Bogor yang dipimpin ketuanya, Iceuk, Rabu mengunjungi Kantor Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan diterima Sekretaris Dinas Pariwisata DIY Amiarsi Harwani didampingi Kepala Bidang Pemasaran Heri Lanjtono serta Kasi Program Informasi Setyawan.
Pada kesempatan itu Kepala Bidang Pemasaran Heri Lanjtono mengatakan Perda Nomor 1 Tahun 2012 tentang Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Daerah (RIPPRDA) DIY menjadi bahan studi banding banyak daerah di Indonesia.
"Proses penyusunan RIPPARDA DIY juga butuh waktu cukup lama yaitu dua tahun. Namun, dengan adanya Perda Nomor 1 Tahun 2012 tentang RIPPRDA DIY, tentunya manjadi hal positif untuk pembangunan masa depan pariwisata DIY," katanya.
Ia mengatakan wilayah DIY tidak terlalu luas, hanya sekitar 3.100 kilometer persegi dengan jumlah penduduk 3,5 juta jiwa, tetapi memiliki banyak keanekaragaman wisata dan budaya yang sangat lengkap.
Menurut dia, keberagaman objek wisata itu mulai dari keindahan alam pantai, pegunungan, kuliner, "heritage", desa wisata, wisata minat khusus seperti gua bawah tanah yang kini banyak dikunjungi wisatawan di antaranya Gua Pindul maupun Gua Kalisuci di Kabupaten Gunung Kidul.
Hal senada diungkapkan Kasi Program Informasi Setyawan bahwa dengan adanya Perda Pariwisata Nomor 1 Tahun 2012 akan menjadi payung hukum untuk pelaksananan pembangunan kegiatan pariwisata di daerah ini. Apalagi sektor pariwisata selama ini menjadi penyumbang tertinggi bagi peningkatan ekonomi DIY.
"Perekonomian DIY selama ini maju juga berkat dukungan sektor pariwisata," kata Setyawan.
Sebelumnya, Kepala Bappeda Kota Bogor Iceuk mengatakan potensi pariwisata Kota Bogor tidak terlalu banyak jumlahnya, di antaranya memiliki andalan objek wisata Kebun Raya dan sebagainya.
"Jumlah wisatawan nusantara yang berkunjung ke Kota Bogor mencapai 3,4 juta jiwa per tahun. Bogor juga banyak mengandalkan jasa hotel untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD)," katanya.
(H008)
Pewarta : Oleh Heru Jarot Cahyono
Editor:
Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026
