
Kartika Affandi gelar melukis bersama perupa perempuan

Sleman (Antara Jogja) - Pelukis perempuan Kartika Affandi, Minggu menggelar kegiatan melukis bersama yang khusus dilakukan para perupa perempuan di Museum Seni Rupa Kartika Affandi di Pakem, Kabupaten Sleman.
Mereka yang terlibat seperti Arahmaiani, Bonita Margaret, Bunga Jeruk, Dyan Anggraeni, Lucia Hartini, Wara Anindyah dan lain sebagainya dengan medium celengan (malo), kaleng, kanvas, dan media lainnya.
Selain melukis bareng, acara "Sahabat Kartika" ini diisi pula dengan berbagai kegiatan di antaranya: pertunjukan tari Didik Nini Thowok, pertunjukan musik keroncong dari OK Sakpenake (Pimpinan Khocil Bhirowo), pentas musik oleh FMI (Folk Mataraman Institute), pencetakan kaki oleh seniman Lindu, gejog lesung dari Nitiprayan.
Menurut Kartika, acara itu juga untuk menghormati sahabat karibnya yang datang dari Australia, bernama Hugh Andrew O`Neill.
"Hugh ini adalah seorang arsitek dan telah lama mengenal Indonesia. Pada Mei 2013 ini dia juga akan berulang tahun," katanya.
Kartika Affandi yang hampir menekati usia 80 tahun tersebut boleh dibilang masih demikian jauh dari kondisi lemah.
Ia masih segar dan bersemangat. Terus berkarya seni rupa. Rajin menyambangi para sahabatnya. Ia pun kerap terlibat pada kegiatan seni yang diselenggarakan para sahabatnya.
"Oleh kawan-kawan seniman muda yang sebagian besar terhitung cicitnya itu, Kartika dijuluki sebagai `Janda Kembang`," kata Dyan Anggraeni, perupa yang dikenal dekat dengan Kartika.
Ia mengatakan, julukan "Janda Kembang" jauh dari arti negatif. Janda kembang adalah julukan yang diartikan sebagai perempuan yang hidupnya tidak bisa tampil tanpa mengandung unsur kembang.
"Pakaiannya selalu penuh corak kembang. Kembang pun selalu bertengger di topi yang ia pakai. Demikian pula dengan sepatu atau sandalnya," katanya.
Sdah sekitar lima tahun belakangan ini ia secara sendirian, suntuk dan terseok-seok membangun sebuah museum seni rupa yang khusus diperuntukkan bagi kaum perupa perempuan.
Kompleks bangunan museum yang terletak di kediamannya di Pakem itu, kini sudah memiliki sejumlah karya senirupa para perupa perempuan semisal Dyan Anggraini, Diah Julianti, Wara Anindiah, dan sejumlah perupa perempuan dari Bandung, Bali, dan Jakarta.
"Namun demikian, museum itu hingga kini bentuk dan kondisinya masih jauh dari yang ia impikan," kata Dyan.
(V001)
Pewarta : Oleh Victorianus Sat Pranyoto
Editor:
Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026
