
"Fosil" di lereng Merapi hanya batu endapan

Sleman (Antara Jogja) - Balai Pelestarian Cagar Budaya Yogyakarta dan Balai Arkeologi Yogyakarta memastikan temuan benda mirip fosil binatang purba di lereng Gunung Merapi Dusun Pagerjurang, Desa Kepuharjo, Cangkringan, Kabupaten Sleman hanya merupakan endapan batu kapur.
"Setelah kami lakukan penelitian mendalam bersama dengan Balai Arkeologi Yogyakarta, ternyata temuan benda di aliran Sungai Opak tersebut bukan merupakan fosil binatang purba," kata Kepala Seksi Perlindungan, Pengembangan, dan Pemanfaatan, Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Yogyakarta Wahyu Astuti, Jumat.
Menurut dia, meski sebelumnya pihaknya meyakini benda tersebut dugaan kuat merupakan fosil hewan purba, namun telah disimpulkan tidak mempunyai unsur tulangnya.
"Kami tadi telah menggelar rapat atas temuan tersebut dan hasil dari penelitian ilmiah. Dan temuan tersebut dinyatakan bukan suatu cagar alam," katanya.
Kepala Balai Arkeologi Yogyakarta Siswanto, mengatakan setelah dilakukan penelitian unsur benda tersebut bahannya bukan dari silika.
"Jika dilihat dari bentuknya, juga tidak mengarah ke bagian organ apa di dalam tubuh hewan. Selain itu setelah diuji dengan diteteskan asam Klorida (HCl), ternyata keluar buih dan disimpulkan tidak mempunyai unsur silika," katanya.
Ia mengatakan, mengenai bentuk kerutan seperti pori-pori yang ada di lapisan benda itu yang menyerupai pori-pori pada tulang, merupakan bekas dari tetesan-tetesan air.
"Lubang yang seperti bekas tulang sumsum, itu juga merupakan jalur air. Itu merupakan batu dari gua-gua yang telah runtuh saat erupsi Merapi terjadi," katanya.
Benda yang diduga fosil binatang purba di temukan di Sungai Opak beberapa waktu lalu, oleh seorang penghuni Huntap Pagerjurang, Desa Kepuharjo, bernama Subur (45).
Benda mirip fosil tersebut ditemukan saat menebang pohon bambu di sekitar Sungai Opak. Benda mirip fosil tersebut berukuran panjang sekitar 50 sentimeter dengan lebar 45 sentimeter dengan ketebalan mencapai 20 sentimeter.
(V001)
Pewarta : Oleh Victorianus Sat Pranyoto
Editor:
Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026
