Logo Header Antaranews Jogja

Bantul optimistis semua keluarga miskin terima BLSM

Senin, 24 Juni 2013 06:52 WIB
Image Print
Kabupaten Bantul (Foto id.wikipedia.org)

Bantul (Antara Jogja) - Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, optimistis semua keluarga miskin yang terdata sesuai versi pemerintah setempat masuk daftar penerima bantuan langsung sementara masyarakat dari pusat.

"Jumlah keluarga miskin yang akan menerima lebih banyak dua kali lipat daripada jumlah keluarga miskin versi kami, sehingga mereka (keluarga miskin) pasti masuk," kata Staf Ahli Bupati Bantul Bidang Ekonomi Patogi di Bantul, Senin.

Ia mengatakan data penerima bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) Bantul sebanyak 88.661 kepala keluarga (KK), sedangkan jumlah keluarga miskin versi pemkab melalui Badan Kesejahteraan Keluarga (BKK) Bantul tercatat 40.551 KK.

Oleh sebab itu, pihaknya tidak perlu mengkhawatirkan terjadi gejolak masyarakat terkait pemberian subsidi terhadap keluarga miskin sebagai dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) oleh pemerintah pusat.

"Jikapun ada gejolak, hanya kecil, seperti kecemburuan ketika ada tetangga yang menerima dan satunya tidak menerima, namun dengan pendekatan yang persuasif dan diberikan pemahaman maka bisa diatasi," katanya.

Meski demikian, pihaknya mengaku siap berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi DIY, untuk menentukan kebijakan atau langkah sebagai antisipasi jika ada keluarga miskin yang tidak masuk dalam daftar penerima BLSM.

"Perbedaan data keluarga miskin versi BPS dan pemkab itu kan karena indikator untuk menentukan kriteria miskin berbeda, namun dengan data penerima BLSM yang lebih banyak, maka kami yakin dan mudah-mudahan tidak ada gejolak," katanya.

Sekretaris Daerah Pemkab Bantul Riyantono mengatakan hingga akhir pekan lalu pihaknya belum menerima data "by name" keluarga miskin sebanyak 88.661 KK yang masuk daftar penerima BLSM atau sesuai versi BPS.

Oleh sebab itu, pemkab belum bisa menentukan kebijakan antisipasi jika ada daftar nama keluarga miskin yang tidak masuk dalam penerima BLSM, sehingga pihaknya masih menunggu daftar penerima tersebut dari pusat.

"Bahkan kartu perlindungan sosial (KPS) untuk penerima BLSM juga belum diterima Kantor Pos Bantul, kami juga belum bisa memastikan kapan akan dibagikan, karena semua kabupaten di DIY belum menerima selain Kota Yogyakarta," katanya.

(KR-HRI)



Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2026