
Pedagang XT-Square optimistis datangkan konsumen

Yogyakarta (Antara Jogja) - Pedagang XT-Square semakin optimistis mampu mendatangkan wisatawan yang juga konsumen ke pasar seni dan kerajinan tersebut setelah jalinan kerja sama dengan pemandu wisata berhasil mendatangkan wisatawan dalam jumlah banyak.
"Pada hari ini, kami kedatangan tamu dari SMK Negeri 35 Jakarta dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK) Jakarta Barat, jumlahnya dua bus besar," kata Ketua Paguyuban Pedagang XT-Square Tri Harso Wibowo di Yogyakarta, Sabtu.
Menurut dia, wisatawan yang datang ke XT-Square tersebut merupakan hasil kerja sama paguyuban pedagang dengan pemandu wisata. Paguyuban memberikan kompensasi menarik untuk pemandu wisata, sedangkan manajemen pengeloa XT-Square mendukung dengan memberikan "voucher" makan dan minum.
Kerja sama tersebut, lanjut dia, mendapat apresiasi yang sangat baik dari seluruh pedagang di pasar seni dan kerajinan tersebut karena hampir semua kios yang buka bisa melakukan transaksi.
Tri Harso menyebut, pasar utama dari pedagang di pasar seni dan kerajinan tersebut adalah wisatawan dari luar daerah.
"Kami sangat berharap, kerja sama seperti ini bisa berlanjut dan dikembangkan di kemudian hari, khususnya selama libur panjang ini karena hasilnya sangat luar biasa," katanya.
Selama libur panjang sekolah, Tri Harso yang kerap disapa Kang Bedjo tersebut juga mengatakan, paguyuban sudah mengusulkan kepada manajemen untuk mengubah jadwal operasional XT-Square.
"Paguyuban mengusulkan agar pasar bisa dibuka lebih pagi yaitu pada pukul 09.00 WIB. Sebelumnya, pasar selalu buka siang hari yaitu mulai pukul 13.00 WIB. Dan usulan ini disetujui oleh manajemen," katanya.
Jam operasional baru tersebut direncanakan berlaku mulai Senin, 1 Juli.
Sementara itu, Direktur Operasional dan Pemasaran PD Jogjatama Vishesha selalu pengelola XT-Square Widihasto Wasana Putra mengatakan, sudah mengirimkan surat edaran ke seluruh pedagang terkait perubahan jam operasinal pasar seni dan kerajinan menjadi lebih pagi.
"Kami harapkan, seluruh pedagang bisa membuka kiosnya. Perubahan jam operasional ini juga diharapkan bisa menarik minat wisatawan untuk berkunjung," katanya.
Manajemen, lanjut Widihasto, akan terus melakukan sejumlah pembenahan agar pasar seni dan kerajinan itu bisa terus berkembang.
(E013)
Pewarta : Oleh Eka Arifa Rusqiyati
Editor:
Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2026
