Logo Header Antaranews Jogja

Kader PPP Kulon Progo "loncat pagar"

Senin, 8 Juli 2013 20:59 WIB
Image Print
PPP (Foto ANTARA/Yudhi Mahatma)

Kulon Progo (Antara Jogja) - Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengakui kadernya melakukan "loncat pagar" atau pindah partai lain.

Ketua Lajnah Pemenangan Pemilu (LP2) DPC PPP Kulon Progo, Johan Arif Budiman di Kulon Progo, Senin, mengatakan kader yang pindah partai merupakan kader potensial, tapi memiliki cara berfikir pragmatis.

"Kader yang tinggal di PPP hanya kader militan yang tidak tergiur dengan kepentingan duniawi. Kader yang loncat pagar cenderung kader yang pragmatis dan menggadaikan ideologi," kata Johan.

Selama ini, kata Johan, PPP menggunakan cara atau metode kampanye dengan menjalin silaturahim. Namun seiring dengan perubahan pola pikir masyarakat yang pragmatis, menyebabkan teori-teori kampanye lapangan kalah dengan politik uang yang sudah tidak menjadi rahasia umum lagi.

"PPP tidak dibenarkan, baik secara aturan partai ataupun asas partau melakukan politik uang, karena hukumnya haram. Akibatnya, perolehan suara PPP sejak Pemilu 2002 mengalami penurunan tajam," kata Johan.

Saat ini, kata Johan, PPP di Kulon Progo sudah tidak lagi memiliki basis massa di seluruh kecamatan. Meski demikian, disetiap kecamatan ada kader militan yang tidak terbeli oleh kepentingan pragmatis.

"Kami pastikan, kader dan pemilih PPP merupakan masyarakat yang tidak terbeli oleh uang. Tapi suara yang murni ingin menegakkan demokrasi," kata dia.

Menurut dia PPP di daerah atau cabang mengharapkan kader dari pusat baik yang ada di DPR maupun menteri sering turun ke bawah, khususnya di Yogyakarta dan Kulon Progo.

"Saat ini, di DPR tidak ada perwakilan dari Yogyakarta. Sehingga, PPP terkesan tidak mendapatkan perhatian dari pusat. Padahal, kami bersama kader militan berjuang keras untuk mempertahankan partai," kata dia.

Ia mengatakan, pada Pemilu 2014, PPP Kulon Progo mentargetkan lima kursi, dengan target realistis tiga kursi. Untuk itu, kader ataupun bakal calon anggota legislatif (bacaleg) berkomitmen untuk mempertahankan suara PPP ditingkat akar rumput.

"Bacaleg di seluruh daerah pilihan (Dapil) Kulon Progo, sudah memiliki komitmen yang sama, untuk menyelamatkan partai. Siapa yang jadi tidak masalah, karena misi kita adalah menyelamatkan partai," katanya.


(KR-STR)



Pewarta :
Editor: Mamiek
COPYRIGHT © ANTARA 2026