Logo Header Antaranews Jogja

Populasi ternak di Gunung Kidul meningkat

Minggu, 28 Juli 2013 15:53 WIB
Image Print
Ilustrasi peternakan sapi (Foto antaranews.com)

Gunung Kidul (Antara Jogja) - Populasi ternak di Gunung Kidul Daerah Istimewa Yogyakarta mengalami peningkatan yang cukup signifikan dari 76.000 ekor menjadi 150.000 ekor pada 2013, kata Kepala Dinas Peternakan Gunung Kidul, Krisna Berlian.

Berdasarkan sensus pertanian Badan Pusat Statistik (BPS) 2013, populasi ternak Gunung Kidul hanya 48.640 ekor atau mengalami penurunan 36 persen dari 76.000 ekor, katanya di Gunung Kidul, Minggu.

"Data dari BPS masih diperdebatkan. Kami tidak ingin menyalahkan siapa-siapa. Tapi kondisi nyata di Gunung Kidul, populasi ternak justru mengalami peningkatan yang siginifikan," kata Krisna.

Ia mengatakan, selama 25 tahun tinggal di Gunung Kidul, populasi ternah dalam kondisi stabil, dan pada 2012-2013 mengalami peningkatan.

Menurut dia, populasi ternak sapi akan mengalami penurunan jika ada serangan penyakit, penjualan sapi keluar secara besar-besaran, pemotongan yang berlebihan, dan tingkat kelahiran yang menurun.

"Kalau dipotong, jumlah pemotongan sapi di Gunung Kidul standar, tingkat kelahiran sapi kami pantau dengan insiminasi buatan, kematian relatif sangat kecil. Kalau logikanya harga ternak mahal, maka jarang yang akan membeli sapi. Meski demikian, kami menghargai apa yang telah dilakukan oleh BPS," kata dia.

Dia mengatakan Kabupaten Gunung Kidul merupakan gudang ternak di DIY, karena letak geografisnya yang sangat mendukung seperti ketersediaan pakan hijau dan altarnatif saat paceklik pakan. Hampir seluruh kepala keluarga (KK) di Gunung Kidul memelihara ternak, khususnya sapi.

"Bagi masyarakat Gunung Kidul, memelihara sapi itu sebagai tabungan. Selain itu, masyarakat dapat memanfaatakan kotoran ternak untuk menjadi pupuk. Sehingga, sebaran ternak di Gunung Kidul merata mengikuti sebaran penduduk," kata dia.

Untuk mendorong populasi sapai di Gunung Kidul, ia mengatakan, Disnak menambah insiminator dari 20 petugas menjadi 43 petugas pada 2013.

"Harapannya, dengan penambahan insiminator banyak sapi betina produktif akan terlayani. Selain angka pelayanan IB meningkat, kedepan diharapkan ternak di Gunung Kidul meningkat dari sisi kualitas maupun kuantitasnya," kata dia.

(KR-STR)



Pewarta :
Editor: Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026