
17 narapidana Lapas Wirogunan langsung bebas

Yogyakarta (Antara Jogja) - Tujuhbelas dari total 270 narapidana di Lapas Kelas II A Wirogunan Yogyakarta yang menerima remisi umum Hari Kemerdekaan Republik Indonesia langsung dinyatakan bebas.
"Pada hari ini, 17 narapidana tersebut langsung bisa kembali ke keluarga mereka masing-masing karena sudah langsung dinyatakan bebas setelah menerima remisi," kata Kepala Lapas Kelas II A Wirogunan Yogyakarta Rudy Ch. Gill setelah upacara Hari Kemerdekaan di Yogyakarta, Sabtu.
Besaran remisi umum yang diterima oleh masing-masing narapidana berbeda-beda, antara satu bulan hingga enam bulan.
Rudy berharap pembinaan yang diterima oleh narapidana selama menjalani masa hukuman di Lapas Wirogunan, mulai dari keterampilan hingga keagamaan bisa diterapkan setelah para narapidana tersebut kembali ke tengah-tengah masyarakat.
Mengenai kapasitas Lapas Wirogunan, Rudy mengatakan belum terjadi kelebihan penghuni lapas karena dari total kapasita 500 orang masih dihuni oleh 306 narapidana.
"Jika ada lapas yang akan memindahkan narapidana ke sini, maka masih dimungkinkan karena kapasitasnya masih sangat mencukupi," katanya.
Faktor pengamanan internal, lanjut Rudy, juga selalu dilakukan sesuai standar dan aturan yang telah ditetapkan, termasuk melakukan "sweeping" secara rutin ke sel narapidana.
"Kami juga terus melakukan pendekatan kepada narapidana. Pendekatan ini justru hal yang paling penting dilakukan agar kondisi lingkungan tetap aman," katanya.
Seperti di lapas-lapas lain, kata Rudy, juga telah diterapkan kebijakan "No Halinar" yaitu tidak ada telepon selular (HP), tidak ada praktik pungutan liar, dan tidak ada penyalahgunaan narkoba.
Sementara itu, Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti yang menjadi inspektur upacara dalam Upacara Peringatan Kemerdekaan RI di Lapas Wirogunan mengatakan narapidana yang telah dinyatakan bebas bisa kembali berintegrasi dan bersosialisasi dengan masyarakat di lingkungannya.
"Lapas telah memberikan pembinaan agar narapidana itu bisa kembali ke lingkungannya dan berperan aktif dalam pembangunan," katanya.
Ia pun berharap agar pihak lapas bisa terus melakukan pengawasan lingkungan dan menjaga agar kondisi lapas tetap kondusif.
"Kondisi lapas yang tidak terjaga baik akan mengurangi layanan kepada penghuni lapas. Petugas lapas juga harus berkomitmen untuk menjalankan tugasnya dengan baik," katanya.
(E013)
Pewarta : Oleh Eka Arifa Rusqiyati
Editor:
Mamiek
COPYRIGHT © ANTARA 2026
