Logo Header Antaranews Jogja

Menteri ingatkan standar mutu perikanan untuk MEA

Kamis, 17 Oktober 2013 23:55 WIB
Image Print
Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo (Foto antaranews.com)

Jakarta (Antara Jogja) - Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo mengingatkan pentingnya standar mutu produk perikanan Indonesia untuk menghadapi pemberlakuan pasar bebas dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN atau MEA 2015.

"Dalam persiapan menuju integrasi ASEAN 2015, harmonisasi standar akan menjadi batu ujian daya saing produk kelautan dan perikanan baik di pasar luar negeri maupun domestik," kata Sharif Cicip di Jakarta, Kamis.

Menurut Sharif, produk kelautan dan perikanan dari Indonesia harus mempunyai standar nasional yang secara resmi diakui secara nasional dan internasional sehingga dapat berdaya saing.

Untuk itu, ujar dia, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sudah menerapkan Sistem Manajemen Mutu Terpadu Hasil Perikanan yang merupakan salah satu upaya untuk mencapai tingkat pemanfaatan potensi sumberdaya perikanan secara berdaya guna.

"SNI kelautan dan perikanan juga sekaligus melindungi masyarakat konsumen dari hal-hal yang merugikan dan membahayakan kesehatan," katanya.

Ia mengatakan harapannya agar baik para pelaku usaha maupun konsumen diharapkan memanfaatkan produk berlabel SNI dan tidak menggunakan produk yang tidak berstandar resmi.

Selain itu, lanjut Sharif, dengan standar nasional bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai produk sesuai dengan aturan standar yang ditentukan. "Mengingat produk kelautan dan perikanan sudah menjadi konsumsi masyarakat luas, untuk itu produksi harus didukung dengan standar nasional yang baku," ucapnya.

Sebagaimana diberitakan, Badan Standarisasi Nasional (BSN) mengingatkan kepada seluruh lapisan masyarakat agar terus memperhatikan standar mutu produk di tengah serbuan barang-barang impor yang masuk ke Indonesia.

"Pentingnya standar mutu harus terus disuarakan mengingat arus produk dan jasa makin tidak terkendali, khususnya produk impor yang sering menimbulkan berbagai masalah," kata Kepala BSN Bambang Prasetya dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin.

Bambang mengatakan pentingnya penyuaraan terkait dengan standar mutu tersebut bukan hanya disuarakan kepada beberapa lapisan masyarakat saja, melainkan diserukan ke seluruh lapisan masyarakat baik yang berada di daerah perkotaan maupun perdesaan.

Sebelumnya, bertepatan dengan Hari Standar Dunia ("World Standard Day") yang jatuh pada tanggal 14 Oktober, berbagai negara di dunia mengampanyekan pentingnya standar bagi kehidupan dan di Indonesia peringatan tersebut dikaitkan dengan "Bulan Mutu" yang setiap diperingati November mendatang.

"Bersamaan dengan momentum ini perlu dibangkitkan kembali tentang pentingnya mutu dan infrastruktur mutu pendukungnya, termasuk standar, penilaian kesesuaian, dan metrologi," kata Bambang.

(M040*V003)



Pewarta :
Editor: Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026