
Kadispar: bisnis pariwisata DIY 2014 masih prospektif

Yogyakarta (Antara Jogja) - Bisnis industri pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta pada 2014 masih prospektif dan semua ini tidak lepas dari potensi serta daya tarik pariwisata daerah ini yang terus berkembang.
Kepala Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Tazbir Abdulah di Yogyakarta, Selasa, mengatakan potensi tersebut selain objek wisata lama yang sudah berkembang, kini juga bermunculan objek baru yang mulai banyak dikunjungi wisatawan.
Kondisi ini juga berpengaruh pada minat investor untuk menanamkan investasinya di sektor pariwisata.
"Secara internal dan eksternal jajaran pariwisata DIY makin solid dan itu modal untuk membangun pariwisata DIY lebih maju lagi pada 2014. Potensi pariwisata DIY memang semakin menarik di kalangan investor," kata Tazbir Abdulah.
Menurut dia, apresiasi pemerintah pusat terhadap kinerja pariwisata DIY juga makin meningkat. Hal ini dibuktikan dengan penerimaan dua penghargaan sekaligus dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yaitu `The Most Popular MICE dan The Best Achivement Tourism yang diterima Kepala Dinas Pariwisata DIY, belum lama ini.
"Dua penghargaan prestisius dari Kementerian Pariwisata ini membuktikan bahwa kinerja jajaran pariwisata DIY bersama pemangku pariwisata sangat solid dan sangat produktif," kata Tazbir.
Ke depan, katanya, yang mendesak dilakukan memang membuat banyak destinasi pariwisata tidak terkonsentrasi di Kota Yogyakarta, khususnya Malioboro dan Kabupaten Sleman. Beberapa titik destinasi memang sudah harus disiapkan untuk mendorong pariwisata DIY makin berkembang.
"Kawasan Kabupaten Gunung Kidul dan Kulon Progo memiliki prospek cerah untuk menjadi penyangga sekaligus lokomotif pariwisata DIY di masa mendatang," tandas Tazbir.
Pariwisata Gunung Kidul, tambah Tazbir, memiliki keunggulan tersendiri karena memiliki objek pariwisata petualangan/adventure di antaranya Gua Pindul, Brubuh, Kalisuci, Pantai Indrayanti, pantai Pok Tunggal dan lain lainnya, belum lagi wisata kuliner dan sentra kerajinan yang memiliki keunikan tersendiri.
Sementara Kabupaten Kulon Progo sebentar lagi memiliki Bandara Internasional. Jelas hal ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata DIY bagian selatan serta Pulau Jawa bagian selatan pada umumnya.
"Bandara akan menjadi lokomotif ekonomi dan pariwisata DIY yang sesungguhnya," tambah Tazbir
(H008)
Pewarta : oleh Heru Jarot
Editor:
Mamiek
COPYRIGHT © ANTARA 2026
