Logo Header Antaranews Jogja

Tiga pasar tradisional direvitalisasi 2014

Jumat, 31 Januari 2014 12:17 WIB
Image Print
Pasar Kranggan (Foto Antara/Alinda)

Yogyakarta (Antara Jogja) - Pemerintah Kota Yogyakarta meneruskan program revitalisasi pasar tradisional pada tahun angggaran 2014 yaitu di tiga pasar tradisional Pasar Kranggan, Pasar Giwangan, dan Pasar Telo.

"Sosialisasi mengenai rencana revitalisasi sudah kami sampaikan kepada para pedagang. Sosialisasi akan terus dilakukan, sekaligus meminta masukan dari pedagang, bagaimana keinginan mereka," kata Kepala Dinas Pengelolaan Pasar Kota Yogyakarta Maryustion Tonang di Yogyakarta, Jumat.

Berdasarkan rencana awal, revitalisasi di Pasar Telo akan dilakukan untuk memperbaiki kondisi fisik bangunan sehingga kegiatan bongkar muat komoditas yang biasanya dilakukan di tepi jalan bisa dilakukan di dalam pasar.

Bangunan pasar akan dibuat menyerupai huruf U sehingga ruangan yang kosong bisa digunakan untuk kegiatan bongkar muat. "Diharapkan, kegiatan bongkar muat tidak lagi mengganggu lalu lintas di sekitar pasar," katanya.

Sedangkan revitalisasi di Pasar Kranggan dilakukan untuk melanjutkan revitalisasi tahap pertama yang sudah dilakukan pada 2013.

"Revitalisasi tahun ini akan dilakukan di bagian barat pasar dengan konsep sama seperti revitalisasi tahun sebelumnya yaitu membuat los-los terbuka," lanjutnya.

Sementara itu, revitalisasi di Pasar Giwangan akan dilakukan di bagian timur pasar, salah satu pekerjaan yang akan dilakukan adalah mengganti atap yang masih menggunakan seng.

Menurut dia, revitalisasi pasar tradisional tidak hanya dilakukan untuk memperbaiki kondisi fisik pasar tetapi juga untuk pemberdayaan pedagang pasar sehingga bisa memberikan pelayanan yang baik dan tidak kalah dengan pasar modern.

"Untuk revitalisasi nonfisik, kami akan bekerja sama dengan akademisi," kata Maryustion. Di beberapa pasar juga akan dipasang kamera "closed circuit television" untuk meningkatkan keamanan.

Sementara itu, Kepala Dinas Bangunan Gedung dan Aset Daerah (DBGAD) Kota Yogyakarta Hari Setya Wacana mengatakan, sudah menganggarkan dana sekitar Rp8,2 miliar untuk revitalisasi fisik tiga pasar tradisional itu.

Anggaran yang dialokasikan untuk tiap pasar adalah Rp2,7 miliar untuk Pasar Kranggan, Rp2,4 miliar untuk Pasar Telo dan Rp3,1 miliar untuk Pasar Giwangan.

"Perencanaan revitalisasi sudah dilakukan pada 2013. Kami tinggal menunggu pengesahan Perda APBD 2014 untuk kemudian masuk ke tahap lelang," katanya.

Proses lelang diperkirakan memakan waktu 45-60 hari dan diharapkan proses pembangunan fisik dapat dilakukan secara serentak di tiga pasar. Selama proses pembangunan, pedagang akan dipindahkan ke lokasi penampungan sementara. "Akan kami buatkan lokasi sementara untuk berjualan," katanya.(E013)



Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2026