Logo Header Antaranews Jogja

Dahlan Iskan : kereta api kembali diidolakan rakyat

Sabtu, 1 Februari 2014 19:42 WIB
Image Print
Penumpang kereta api (Foto Antara/Wahyu Putro)

Cianjur (Antara Jogja) - Meneg BUMN Dahlan Iskan memprediksi rakyat akan kembali mengidolakan kereta api sebagai alat transportasi massal sebab lebih cepat sampai ke tujuan tanpa terjebak kemacetan arus lalu lintas di jalan.

"Saat ini saja kereta api kembali menjadi idola masyarakat yang ingin cepat sampai tujuan, tanpa terjebak macet. Harapan saya, hal yang sama akan dirasakan kembali oleh warga Cianjur, dengan diaktifkannya kembali kereta api Cianjur-Sukabumi," katanya di Cianjur, Sabtu.

Kereta api jurusan Cianjur-Sukabumi, yang terhenti selama beberapa tahun akan diaktifkan kembali pada tanggal 8 Februari, sebagai salah satu solusi mengurangi kemacetan arus lalu lintas di jalan raya.

Dia menuturkan, selama ini sejak dibukanya sejumlah jalan tol, membuat kereta api yang biasa melayani sejumlah wilayah di Jabar, mati, namun kembali diaktifkan salah satunya Stasiun Cianjur.

Kereta api dari sana melayani warga yang akan melakukan perjalanan dari Cianjur ke Sukabumi dan dapat melanjutkan dengan kereta lain menuju Bogor hingga Jakarta.

Persiapan yang dilakukan PT Kereta Api Indonesia stasiun Cianjur, ungkap dia, sudah memadai dengan melakukan sejumlah perbaikan, mulai dari rel dan moderenisasi peralatan di stasiun hingga ruang tunggu penumpang.

"Ini sudah memadai dan sangat baik, sehingga saya menilai kereta api jurusan Cianjur-Sukabumi, sudah layak diaktifkan kembali," ucapnya saat meninjau langsung ke Stasiun Cianjur, di Jalan Yulius Usman, didampingi Kepala Stasiun dan sejumlah stafnya.

Dalam kesempatan itu, Dahlan Iskan melihat-lihat persiapan yang telah dilakukan PT KAI sebelum pengoperasian kembali jalur tersebut, mulai dari ruang tunggu, bagian tiket, hingga perlintasan.

Sebelum meninggalkan lokasi, ia beramah tamah dengan warga sekitar dan anak-anak sekolah yang datang ke stasiun itu.

(KR-FKR)



Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026