
KPU temukan 260 surat suara rusak

Kulon Progo (Antara Jogja) - Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menemukan sedikitnya 260 surat suara rusak untuk daerah pemilihan V yakni Galur dan Lendah.
Anggota KPU Kulon Progo dari Divisi Logistik, Keuangan, Perencanaan dan Penyelenggaraan PemilihBudiPriyana, Jumat, mengatakan kerusakan surat suara tersebut terdiri atas surat suara DPD sebanyak 110 lembar, DPRD kabupaten sebanyak 23 lembar, DPRD provinsi 43 lembar dan DPR sebanyak 84 lembar.
"Jumlah kerusakan tersebut khusus di dapil V Galur dan Lendah dari masing-masing jenis surat suara 56.822 lembar,"kata Budi.
Ia mengatan kerusakan surat suara di empat dapil lainnya belum direkapitulasi. Sebab, pelipatan dan penyotiran surat suara baru dilakukan di dapil V dan dapil IV yang meliputi Sentolo dan Nanggulan.
"Dapil IV baru kemarin dilakukan pelipatan dan penyotiran. Kami belum merekap jumlah surat suara yang rusak. Setiap Pemilihan Kecamatan (PPK),Panitia Pemungutan Suara(PPS) di masing-masing dapil diberi waktu tiga hari untuk melipatan dan penyotiran surat suara," kata dia.
Dia mengatakan tingkat kerusakan surat suara untuk Pemilu 2014 ini relatif kecil. Surat suara yang rusak karena robek, ada noda ceceran tinta, dan berlubang.
Ia mengatakan surat suara yang rusak tetap diganti. Sebab, aturanya jumlah surat suara setiap tempat pemungutan suara (TPS) harus sesuai dengan daftar pemilih tetap (DPT) per 30 November 2013 ditambah dua persen.
"Setelah penyortiran dan pelipatan surat suara selesai, kami akan melakukan rekapitulasi jumlah surat suara yang rusak. Setelah itu, membuat laporan ditujukan ke KPU provinsi dan pusat, supaya sejumlah surat suara yang rusak diganti pihak penerbit," katanya.
Ketua KPU Kulon Progo Muh Isnaini mengatakan surat suara yang diterima KPU Kulon Progo berturut-turut pada Jumat (28/2) untuk surat suara DPD dan DPRD Kabupaten, Sabtu (1/3) surat suara DPR pusat dan Selasa (4/3) surat suara DPRD provinsi.
"Pelipatan surat suara yang ditargetkan selesai pada 16 Maret dimungkinkan mundur hingga 19 Maret karena ada dua hari libur pengerjaan," katanya.
(KR-STR)
Pewarta : Oleh Sutarmi
Editor:
Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026
