Logo Header Antaranews Jogja

PHRI: okupansi hotel DIY 55 persen

Senin, 17 Maret 2014 22:31 WIB
Image Print
PHRI

Jogja (Antara Jogja)- Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta memprediksikan okupansi hotel pada Maret atau menjelang Pemilu 2014 rata-rata mencapai 55 persen.

"Pemilu atau masa kampanye saat ini sepertinya tidak mempengaruhi okupansi secara signifikan. Okupansi masih rendah hingga mencapai 55 persen," kata ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Istijab Danunegoro di Yogyakarta, Senin.

Ia mengatakan mulai Januari hingga Maret perhotelan di DIY masih mengalami "low season" (musim sepi pengunjung). Bahkan, kata dia, low season saat ini juga mengakibatkan penurunan okupansi sebanyak 10-15 persen dibanding low season pada 2013.

"Penyewa kamar hotel mancanegara juga masih sedikit, rata-rata masih berasal dari Belanda, Malaysia, Rusia, serta Perancis," katanya.

Selain itu, lanjut dia, saat ini perhotelan di DIY juga sedang mengalami "over supply" seiring dengan bertambahnya jumlah kamar hotel.

"Sering bertambahnya jumlah hotel baru di Yogyakarta sementara sepi pengunjung mengakibatkan "over supply". Jumah hotel berbintang di DIY sebanyak 32 hotel dengan jumlah kamar 4.200 kamar," katanya.

Istijab mengatakan, perolehan okupansi pada Maret masih banyak didukung dengan masih adanya MICE (meetings, incentives, conferencing, exhibitions) dari beberapa kementerian dan perusahaan.

"Meskipun cuma sedikit-sedikit tapi hingga kini MICE memang masih banyak memberikan kontribusi," katanya.

Sementara itu, menurut dia, PHRI DIY juga akan mulai menerapkan tarif 2014 pada April dengan menaikkan tarif sewa kamar hotel mulai 10-15 persen. Rencana penaikan tarif itu juga untuk mengantisipasi kemungkinan inflasi, serta kenaikan tarif dasar listrik (TDL) serta bahan bakar minyak (BBM).

(KR-LQH)



Pewarta :
Editor: Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026