PHRI Bantul sebut okupansi hotel selama libur panjang capai 70 persen

id Okupansi hotel ,Keterisian hotel di Bantul ,Libur akhir tahun

PHRI Bantul sebut okupansi hotel selama libur panjang capai 70 persen

Ikon Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta. ANTARA/Hery Sidik

Bantul (ANTARA) - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyebut tingkat keterisian kamar hotel atau okupansi hotel di daerah ini selama momen libur panjang akhir tahun 2025 mencapai 70 persen.

"Dari tanggal 30-31 Desember 2025 sampai 1 Januari 2026 nanti, rata-rata di angka 70-an persen untuk tingkat okupansi hotelnya," kata Ketua PHRI Bantul Yohanes Hendra Dwi Utomo, di Bantul, Rabu.

Menurut dia, tingkat okupansi hotel di Bantul tersebut mengalami kenaikan dibanding sebelumnya yang rata-rata di bawah 60 persen, kenaikan okupansi hotel terjadi sejak 24 Desember, pihaknya mencatat tingkat okupansi hotel selama libur panjang 65 sampai 70 persen.

Namun demikian, kata dia lagi, jika dibanding dengan momen libur panjang Natal dan tahun baru tahun sebelumnya berbeda cukup signifikan. Momen liburan periode sebelumnya, tingkat keterisian kamar hotel di Bantul penuh.

"Dibandingkan tahun lalu cukup signifikan ya. Untuk tahun lalu saja, event Nataru sampai 31 Desember, kamar sudah 'sold out' semua. Tapi, sekarang masih ada kamar yang belum terisi penuh, berbeda perbandingannya," katanya lagi.

Pihaknya memperkirakan, tingkat keterisian hotel tahun ini yang berbeda dengan tahun sebelumnya salah satunya karena harga bahan makanan di pasar yang meningkat, dikarenakan kebutuhan banyak dan ketersediaan barang yang sedikit.

"Otomatis hukum ekonomi kan akan ada kenaikan harga. Ini menjadi salah satu isu yang ada. Lalu, ditambah dengan cuaca saat ini membuat wisatawan itu untuk berpikir dan menunda kegiatan liburan bersama keluarga," katanya pula.

Kepala Dinas Pariwisata Bantul Saryadi mengatakan, pada momen libur akhir tahun 2025, pihaknya tidak memasang target kunjungan, dikarenakan cuaca yang terjadi pada akhir tahun ini kurang mendukung untuk wisata.

Dia menyebut, tingkat kunjungan wisatawan ke Bantul pada momen libur Natal dan tahun baru tahun 2024 lalu tercatat sebanyak sekitar 200.000 orang di semua objek wisata, dengan kawasan wisata pantai yang menjadi andalan.

"Mudah-mudahan tidak ada cuaca ekstrem itu saja kita berharap besar, karena wisata kita itu kan mayoritas wisata alam, sehingga sangat sensitif terhadap cuaca, kalau tidak hujan mudah mudahan lumayan tingkat kunjungan," kata dia pula.

Pewarta :
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.