
Enam CPNS K2 Bantul mengundurkan diri

Bantul (Antara Jogja) - Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menerima surat pengunduran diri dari enam tenaga honorer kategori 2 setelah dinyatakan lolos seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil oleh pemerintah pusat.
"Empat orang (CPNS kategori 2) mengundurkan diri karena temuan Inspektorat, kemudian dua orang mengundurkan diri karena kehendak masing-masing," kata Kepala Bidang Pengadaan dan Pengembangan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bantul Setyawati, Selasa.
Menurut dia, empat CPNS K2 yang mundur karena temuan Inspektorat itu merupakan tenaga pengajar di SMK Sanden, setelah sebelumnya terbukti memalsukan berkas tenaga honorer agar bisa ikut seleksi CPNS di Kemenpan dan RB.
Dua orang K2 yang mundur itu, lanjut dia seorang merupakan tenaga pengajar di sekolah dasar dengan alasan telah diterima di salah satu Badan Usaha Milik Pemerintah (BUMN) di Indonesia.
"Yang seorang lagi merupakan guru di SD Mangiran, namun saya tidak mengetahuai alasannya apa, karena dalam surat pengunduran diri yang disampaikan tidak alasan," katanya.
Meski begitu, kata dia pihaknya tidak berandai-andai alasan kenapa pengunduran diri seorang guru SD, karena bagi pemerintah daerah (pemda) perihal pengunduran diri tenaga honorer yang sudah diterima CPNS itu merupakan hak masing-masing.
"Yang penting pengunduran dirinya sudah disampaikan secara resmi, kami tidak berpikir ke arah itu (kemungkinan memalsukan berkas), karena yang bersangkutan mundur itu adalah hak mereka," katanya.
Menurut dia, dengan mundurnya enam tenaga honorer K2 di lingkungan Pemkab Bantul ini, maka mereka tidak bisa melanjutkan proses selanjutnya yaitu melakukan pemberkasan setelah dinyatakan lolos seleksi menjadi CPNS itu.
"Sebenarnya ada temuan Inspektorat seorang lagi di guru SD Teruman, namun yang bersangkutan belum mundur, jadi tetap ikut pemberkasan, sementara empat orang yang mundur tidak ikut pemberkasan itu malah lebih bagus," katanya.
(KR-HRI)
Pewarta : Oleh Heri Sidik
Editor:
Agus Priyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
