Kulon Progo (Antara Jogja) - Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, belum menerima logististik template tuna netra untuk pencoblosan surat suara Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.
"Hingga hari ini, kami baru menerima tamplet atau alat bantu pencoblosan tuna netra untuk surat suara DPD RI. Untuk tamplate DPR dan DPRD yang pengadaanya dilakukan oleh KPU DIY belum datang. Harapanya, tamplet tiba di KPU Kulon Progo pada H-1," kata Ketua Divisi logistik KPU Kulon Progo Budi Priyana di Kulon Progo, Senin.
Budi mengatakan dari 987 tempat pemungutan suara (TPS) ada 87 TPS yang terdapat pemilih tuna netra.
Selain tampkate, lanjut Budi, pihaknya juga belum menerima lembaran daftar pemilih tetap (DCT) untuk DPR dan DPD. Menurut informasi terakhir, DCT sudah berada di kantor KPU DIY. Lembar DCT itu nantinya akan dipasang disetiap TPS.
"Sampai hari ini, kami sudah menerima logistik lengkap. Hanya saja masih kurang satu atau dua item. Namun jumlahnya tidak banyak yaitu DCT DPR dan DPD. Itu diluar kotak," katanya.
Ia mengatakan DCT akan ditempel di TPS baik nama cakeg DPD, DPRD, dan DPRD.
"Terlambatnya DCT tidak menghambat pelaksanaan pencoblosan," kata dia.
Sebelumnya, ia mengatakan KPU mendistribusikan 1800 kotak logistik di enam kecamatan tersebut yakni Samigaluh, Girimulyo, Kalibawang, Kokap, Pengasih dan Nanggulan.
"Hari ini kami mendistribusikan logistik di wilayah utara yang lokasinya cukup jauh dan medan yang terjal dan berat," kata Budi.
Dia mengatakan untuk distribusi ini, KPU Kulon Progo menggunakan tujuh armada truk, dan emam diantaranya akan bekerja mengirim logistik dua kali. Setiap truk mengangkut 120 kotak surat suara.
Selain itu, lanjut Budi, distribusi di kawasan selatan meliputi Kecamatan Sentolo, Lendah, Galur, Panjatan, Temon dan Wates akan dilaksanakan pada Selasa (8/4) dengan jumlah 2000 kotak suara bersama logistik lainnya.
(KR-STR)
