Logo Header Antaranews Jogja

Perbaikan jalur evakusi bencana Merapi mulai Juli

Kamis, 8 Mei 2014 18:19 WIB
Image Print
jalan jalur evakuasi bencana Gunung Merapi yang rusak parah di Kepuharjo, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta,. Jalan yang tadinya beraspal tersebut kini rusak parah berubah menjadi tanah pasir berbatu akibat tidak kuat menahan beban berat dari truk pen

Sleman (Antara Jogja) - Perbaikan jalur evakuasi bencana erupsi Gunung Merapi di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dijadwalkan mulai dilaksanakan pada Juli 2014.

"Perbaikan jalur evakuasi Merapi tersebut ditargetkan selesai pada September," kata Bupati Sleman Sri Purnomo saat memantau jalur evakuasi Merapi di Kecamatan Cangkringan, Kamis.

Bupati Sleman Sri Purnomo melakukan pemantauan jalur evakuasi di Cangkringan didampingi Asisten Sekda Bidang Pembangunan Suyamsih, Kepala Dinas Sumber Daya Air, Energi dan Mineral (SDAEM) Sapto Winarno, Kepala Dinas DPUP Nurbandi, BPBD diwakili Heru Saptono (Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan).

Pemantauan dilakukan di Jalur evakuasi Dusun Geblok hingga Kaliadem sejauh sekitar tiga kilometer.

"Untuk perbaikan di jalur evakuasi ini dana berasal dari Badan Nasional Penaggulangan Bencana (BNPB) sepanjang dua kilometer dan satu kilometer dari APBD Sleman," katanya.

Kemudian di jalur evakuasi Dusun Srunen Glagaharjo hingga Bronggong, Argomulyo sepanjang sekitar lima kilometer dan berasal dari BNPB.

Wilayah perbatasan Pasar Butuh ke utara dikerjakan Pemkab Klaten, sedangkan Pasar Butuh ke selatan dana BNPB pengerjaan oleh Pemkab Sleman dengan bantuan BPBD Provinsi DIY.

"Total dana Rp20,75 miliar dialokasikan melalui Kabupaten Sleman," katanya.

Kepala Bidang Bina Marga DPUP Kabupaten Sleman Mirza Anfansury mengatakan, spesifikasi jalan nantinya sekelas dengan jalan kabupaten dengan kapasitas maksimum 6 ton.

"Dengan total dana Rp20,75 miliar tersebut secara keseluruh pada 2014 ini dialokasikan untuk empat ruas jalan evakuasi dengan total 8,2 kilometer," katanya.

Menurut dia, target jadi DED sudah selesai, dan secepatnya dilakukan pengadaan fisik.

"Diharapkan pada Juli pengerjaan sudah dapat dimulai dan September direncanakan selesai," katanya.

Keempat jalur tersebut yaitu, Jambon - Jlapan sepanjang 1,85 km, Brongkol - Plumbon 1,58 km, Koroulon - Joholanang 1,5km.

Selain jalur evakuasi, Bupati Sleman juga melihat jalur tambang dari Dusun Batur, Kepuharjo sampai Dusun Bakalan, Argomulyo di tepi Sungai Gendol.

(V001)



Pewarta :
Editor: Mamiek
COPYRIGHT © ANTARA 2026