
Bawaslu DIY minta KPU serius data mahasiswa

Jogja (Antara Jogja) - Badan Pengawas Pemilihan Umum Daerah Istimewa Yogyakarta meminta Komisi Pemilihan Umum daerah setempat untuk lebih serius mendata pemilih dari kalangan mahasiswa.
"Kami berharap pendataan kalangan mahasiswa yang memiliki jumlah ribuan orang di Yogyakarta dapat terakomodasi. Upaya sosialisasi A5 sebaiknya lebih gencar dari Pemilihan Legislatif (Pileg) lalu," kata komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DIY, Bagus Sarwono, di Yogyakarta, Rabu.
Menurut dia, mahasiswa lokal maupun luar daerah di DIY yang berjumlah sekitar 25.000 mahasiswa merupakan pemilih potensial untuk Pilpres mendatang. Sehingga upaya sosialisasi A5 perlu ditingkatkan.
Ia mengingatkan bahwa dalam pendataan pemilih, KPU perlu melakukan kontrol ke bawah. Persoalan DPT yang timbul dalam Pileg 2014, antara lain karena kurangnya kontrol terhadap kinerja panitia pendaftaran pemilih (Pantarlih).
Sementara itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) DIY, Hamdan Kurniawan, mengatakan akan segera kembali mengirimkan surat edaran ke seluruh kampus mengenai tata cara pengurusan formulir A5.
"Kami akan segera mengadakan pertemuan dengan seluruh rektor sekaligus memberikan surat edaran mengenai pengurusan A5," kata Hamdan.
Menurut dia, jumlah mahasiswa yang berpartisipasi menggunakan hak pilihnya di DIY pada Pileg 2014 sebanyak 5.863 pemilih. Sementara ia memerkirakan jumlah itu akan menurun karena bertepatan dengan hari libur, sehingga sebagian besar pulang ke kediaman masing-masing.
"Kami berharap seluruh mahasiswa mengetahui dan tidak ada yang terlambat mengurus A5 sehingga dapat menggunakan hak pilihnya apabila ingin mamilih di Yogyakarta," kata dia.
(KR-LQH)
Pewarta : Oleh Luqman Hakim
Editor:
Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026
