
Dirjen: EBT perlu diprioritaskan antisipasi kelangkaan BBM

Yogyakarta (Antara Jogja) - Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Rida Mulyana mengatakan energi baru terbarukan perlu diprioritaskan untuk mengantisipasi kelangkaan bahan bakar minyak di Indonesia.
"Mulai sekarang perlu sumber energi baru terbarukan (EBT) harus diprioritaskan. Kita khawatir anak cucu kita besok tidak lagi menikmati cahaya listrik yang kita rasakan sekarang sebab ketersediaan BBM tentu juga semakin berkurang," kata Rida Mulyana dalam pembukaan Konferensi "Waste to Energi Week (WTE)" di Yogyakarta, Selasa.
Ia mengatakan produksi minyak bumi di Indonesia saat ini 800 ribu barel per hari, sementara kebutuhan BBM nasional telah mencapai 1,5 juta per hari.
"Dengan kondisi demikian PT.Pertamina harus meningpor "crude" (minyak mentah) hampir 800 barel per hari, atau menghabiskan 120 US Dollar per tahun," katanya.
Seiring tingginya ketergantungan masyarakat dengan BBM, kata dia, angka kebutuhan minyak bumi Indonesia akan semakin besar.
Tingginya kebutuhan (BBM) itu, kata dia, bersamaan semakin meningkatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia sehingga mendorong pembelian kendaraan bermotor. Pembelian sepeda motor di Indonesia mencapai 10 juta per tahun, sementara mobil mencapai 1 juta per tahun," katanya.
Padahal, di sisi lain, menurut dia, harga minyak bumi tentu akan terus mengalami kenaikan, sementara pemerintah terus memberikan subsidi hingga mencapai Rp300 triliun per tahun.
"Bayangkan Rp300 truliun sangat sayang apabila hanya digunakan untuk subsidi. Sementara hal itu malah menjadikan masyarakat menjadi boros menggunakan BBM," katanya.
Sementara itu, ia mangatakan, potensi EBT di Indonesia masih sangat tinggi apabila dimanfaatkan. ia mencontohkan, potensi Biomass di Indonesia mencapai 50 gigawatt (GW), sementara yang digunakan baru 1.700 megawatt (MW).
"Saat ini hampir 96 persen energi yang kita gunakan berbasis fosil, sementara pemanfaatan energi baru terbarukan masih 4 persen," kata dia.
Oleh sebab itu, kata dia, Kementerian ESDM ke depan harus terus megencarkan pembuatan pembangkit listrik berbasis EBT, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP), Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBM).
"Siapapun presiden dalam pemerintahan mendatang menurut saya mau tidak mau harus memperhatikan hal itu," kata Rida Mulyana.
(KR-LQH)
Pewarta : Oleh Luqman Hakim
Editor:
Mamiek
COPYRIGHT © ANTARA 2026
