Logo Header Antaranews Jogja

KPU diminta validasi data pemilih pilpres akurat

Rabu, 28 Mei 2014 19:11 WIB
Image Print
Ilustrasi (Foto Antara)

Kulon Progo (Antara Jogja) - Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, meminta Komisi Pemilihan Umum setempat agar akurat dalam melakukan validasi data untuk Pemilu Presiden 9 Juli 2014.

Pemilu Presiden 2014 diikuti dua pasangan capres-cawapres, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, dan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

"Kami mengharapkan pada Pilpres 2014 tidak ada lagi warga negara, khususnya warga Kulon Progo kehilangan hak politiknya karena tidak terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT). Pada Pemilu Legislatif (Pileg) 9 April, masih banyak warga Kulon Progo tidak terdaftar sebagai pemilih, termasuk salah satu staf panwaslu," kata Divisi Pengawasan Panwaslu Kulon Progo Yuli Sutardiyo di Kulon Progo, Rabu.

Selain masih banyaknya warga yang tidak terdaftar sebagai pemilih, lanjut Yuli, pada Pileg masih terjadi kekurangan jumlah surat suara dibeberapa tempat pemungutan suara (TPS), meski pada hari pelaksanaan langsung dapat diatas tapi menjadi catatan negatif dalam penyelenggaraan pemilu.

"Hal ini juga harus diperhatikan oleh KPU Kulon Progo, supaya lebih teliti dan tertib administrasi. Kami berharap, suarat suara sesuai dengan jumlah pemilih disetiap TPS ditambah dua persen surat suara," katanya.

Catatan lainnya yang tidak boleh terulang pada Pilpres, kata Yuli, yakni KPU Kulon Progo harus menambah TPS di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wates. Pada Pileg 9 April, pasien hingga penjaga rumah sakit tidak mencoblos karena tidak disediakan bilik pemungutan suara.

"Kasus tidak adanya TPS di rumah sakit terjadi hampir merata, tapi hal ini tidak boleh terulang pada Pilpres 9 Juli. Minimal, KPU membuat satu bilik pencoblosan dan membuat panitia sendiri," kata dia.

Ia juga meminta kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) memberikan C1 kepada saksi dari partai politik sesuai dengan prosedur. Jangan sampai ada kejadian, parpol melaporkan ke panwaslu, bahwa saksi parpol tidak diberikan salinan C1 seusai penghitungan perolehan suara.

"Pada pileg, masih ada saksi parpol yang tidak mendapat C1 dibeberapa titik. Sehingga, kami mendapat aduan dari parpol atas kejadian ini," katanya.

Sebelumnya, Ketua KPU Kulon Progo Muh Isnaini mengatakan data pemilih sementara (DPS) untuk pemilihan umum presiden (Pilres) yakni daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 ditambah daftar pemilih pemula.

"Saat ini sudah masuk tahap pemutakhiran data pemilih hingga 30 April. Pada tanggal itu panitia pemungutan suara (PPS) akan melakukan coklit pemilih setiap tempat pemungutan suara (TPS)," kata Isnaini.

Ia mengatakan jumlah DPT sebanyak 334.270 orang yang terdiri pemilih laki-laki 161.884 orang dan pemilih perempuan 172.386 orang. Sementara itu jumlah pemilih pemula sebanyak 2.333 orang.

Lebih lanjut ia mengatakan DPT Pileg 2014 dan data pemilih pemula akan disinkronisasi oleh PPS. Nanti, pada 11-12 Mei ditetapkan sebagai daftar pemilih sementara hasil perbaikan (DPSHP).

"DPSHP tersebut diumumkan dan dimutakhiran lagi, kemudian di umumkan kepada masyarakat. Penyusunan DPT ditingkat PPS itu pada 3-4 Juni, dan rekap di KPU pada 12-13 Juni. Penetapannya pada 3-4 Juli," kata Isnaini.

(KR-STR)



Pewarta :
Editor: Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026