
Capres diharapkan peduli terhadap ekonomi kerakyatan

Banyumas (Antara Jogja) - Pelaku usaha mikro kecil dan menengah di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mengharapkan para calon presiden benar-benar peduli terhadap ekonomi kerakyatan bukan sekadar sebagai janji saat kampanye.
"Kami sebagai pelaku UMKM berharap ada dukungan dari atas (pusat, red.) ke bawah. Jangan kami yang di bawah yang mengajukan, tetapi memang sudah ada perhatian dari atas," kata salah seorang pengrajin gula semut (gula kelapa kristal) Nartam di Cilongok, Banyumas, Senin.
Dalam hal ini, kata dia, pemerintah pusat dapat berkoordinasi dengan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait guna membantu para pelaku UMKM.
Menurut dia, selama ini pemerintah pusat kurang begitu mengetahui kegiatan yang dilakukan UMKM seperti peningkatan produktivitas petani gula maupun kerajinan lainnya.
"Oleh karena itu, presiden ke depan harus sudah tahu apa yang harus dilakukan untuk para petani atau pelaku UMKM. Mungkin mulai dari dukungkan untuk membuka pasar, pengembangan, dan perlindungan pasar, bukan sekadar program atau proyek," katanya.
Disinggung mengenai visi dan misi para capres yang disampaikan dalam Debat Calon Presiden yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan ditayangkan sejumlah stasiun televisi swasta pada Minggu (15/6) malam, Nartam mengakui bahwa kedua capres, yakni Prabowo Subianto dan Joko Widodo (Jokowi), telah menyampaikan pandangannya terkait ekonomi kerakyatan khususnya masalah UMKM.
Kendati demikian, dia mengatakan bahwa kedua capres tersebut tidak menjelaskan secara detail langkah yang akan mereka lakukan dalam upaya melindungi pelaku UMKM.
"Kedua capres memiliki kelebihan maupun kekurangan dalam upaya perlindungan ekonomi kerakyatan atau UMKM. Hanya saja, implementasinya mau seperti apa, jangan hanya 'koar-koar' (teriak-teriak, red.) seperti itu, harus ada realisasinya," kata dia menambahkan.
Sementara itu, salah seorang pengrajin tahu bakso, Wibowo mengharapkan presiden ke depan benar-benar memerhatikan kebutuhan para pelaku UMKM seperti jaminan ketersediaan bahan baku.
Dalam hal ini, dia mencontohkan ketersediaan kedelai yang merupakan bahan baku industri tahu dan tempe.
"Kami berharap kebutuhan kedelai tidak lagi tergantung pada impor dan harganya terjangkau. Oleh karena itu, presiden ke depan harus membela pelaku UMKM, agar tidak lagi tergantung impor," katanya.
Dengan demikian, kata dia, petani kedelai bisa bergairah dan pengrajin tahu-tempe mendapatkan kedelai dengan harga murah.
Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden 2014 yang akan digelar pada 9 Juli diikuti dua pasangan calon, yakni Prabowo Subianto-Hatta Rajasa (Prabowo-Hatta) dan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK).
Dalam hal ini, pasangan Prabowo-Hatta yang diusung Partai Gerindra, PAN, PPP, Golkar, PKS, dan PBB mendapat nomor urut 1, sedangkan Jokowi-JK yang diusung PDIP, Partai Nasdem, PKB, Hanura, dan PKPI mendapat nomor urut 2.
(KR-SMT)
Pewarta : Oleh Sumarwoto
Editor:
Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2026
