
Pertamina pastikan pasokan elpiji aman

Purwokerto (Antara Jogja) - PT Pertamina (Persero) memastikan pasokan elpiji bersubsidi dan nonsubsidi selama Pilpres, Ramadhan, Lebaran hingga Natal aman sehingga masyarakat tidak perlu khawatir dan melakukan pembelian secara besar-besaran.
"Kita sudah mempersiapkan semuanya agar pasokan gas untuk memasak bisa aman sehingga tak ada kelangkaan," kata Senior Vice President Non Fuel Marketing PT Pertamina (Persero) Taryono kepada pers dalam kegiatan "workshop on the train" dalam perjalanan Jakarta-Yogyakarta, Senin.
Untuk mengamankan pasokan elpiji khususnya jelang Lebaran, katanya, Pertamina akan menyiagakan stasiun pengisian dan pengangkutan bulk epliji (SPPBE) di jalur mudik dan beroperasi 24 jam mulai H-10 dan H+10 sepanjang Pantura, jalur tengah dan selatan, Bali, serta Merak menuju Sumatera.
Dikatakan, untuk memastikan penyaluran Elpiji 3 kg bersubsidi tepat sasaran, Pertamina berinisiatif untuk menjalankan Sistem Monitoring LPG 3 kg berbasis teknologi informasi yang dikenal dengan sebutan Simol3K.
Dia mengungkapkan dengan Simol3K, maka Pertamina dapat memantau pendistribusian Elpiji 3 kg hingga ke tingkat pangkalan.
"Dengan sistem ini, maka Pangkalan akan dibekali dengan 'log book' yang berisi identitas konsumen dan volume pembeliannya. Pangkalan akan mencatat secara manual untuk kemudian diinput ke dalam sistem Simol3K," katanya.
Menurutnya, dengan sistem ini, maka tingkat kebutuhan dan konsumsi Elpiji 3kg di suatu wilayah dapat tercatat dan dimonitor dengan baik.
Kondisi ini diharapkan akan sangat bermanfaat dalam perencanaan dan pengawasan sehingga penggunaan Elpiji 3 kg akan semakin tepat sasaran.
"Selama ini memang seringkali ada pangkalan yang ingin mengambil keuntungan tidak wajar. Harapannya dengan sistem ini bisa terpantau distribusinya," katanya.
Simol3K, lanjut Taryono, telah berjalan secara bertahap sejak akhir Desember 2013 dan ditargetkan berlaku resmi secara nasional pada Agustus 2014.
Dia juga menyatakan jika Simol3K dan sistem distribusi tertutup yang akan dijalankan oleh pemerintah bisa berjalan dalam waktu yang sama maka hal itu akan benar-benar memastikan distribusi Elpiji 3 kg lebih terkendali dan tepat sasaran.
PT Pertamina (Persero) memproyeksikan konsumsi Elpiji tahun 2014 akan mencapai 6,1 juta ton atau meningkat 9,1 persen dibandingkan dengan realisasi tahun lalu yang mencapai 5,59 juta ton.
Dikatakan, sejak diterapkannya program konversi minyak tanah ke Elpiji 3 kg hingga 2013, pertumbuhan konsumsi Elpiji mencapai rata-rata 24 persen per tahun.
Konsumsi Elpiji 3 kg naik dari semula 0,55 juta ton pada 2008 menjadi 4,39 juta ton pada 2013, di sisi lain penjualan Elpiji non subsidi relatif stabil di level sekitar 1,1-1,2 juta ton per tahun.
"Dengan melihat tren yang ada, kami perkirakan hingga akhir tahun konsumsi Elpiji, khususnya yang dipasok oleh Pertamina akan mencapai sekitar 6,1 juta ton yang terdiri dari 5,01 juta ton Elpiji 3 kg dan Elpiji non subsidi mencapai 1,09 juta ton, katanya.
(A025)
Pewarta : Oleh Ahmad Wijaya
Editor:
Heru Jarot Cahyono
COPYRIGHT © ANTARA 2026
