
KPU minta KPPS pahami `template` surat suara

Bantul (Antara Jogja) - Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, meminta anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara memahami fungsi `template` surat suara atau alat bantu pemungutan bagi pemilih tunanetra.
"Tentu kami akan tekankan kepada semua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) agar tidak hanya sekadar menerima, tapi paham dan mengerti penggunaan `template` suara suara," kata Ketua KPU Bantul Muhammad Johan Komara, Sabtu.
Menurut dia, alat bantu bagi pemilih tunanetra untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 9 Juli dicetak sejumlah tempat pemungutan suara (TPS) yang disiapkan di Bantul yakni 2.293 tempat sehingga masing-masing TPS menerima satu buah `template`.
Permintaan lembaga penyelenggara pemilu kepada KPPS agar faham penggunaan template itu untuk menjamin bahwa pemilih dengan keterbatasan penglihatan itu tetap bisa menggunakan hak pilih sesuai di TPS sesuai pilihannya masing-masing.
"Untuk memberikan pemahaman itu, kami lakukan bimbingan teknis (bimtek)secara berjenjang dari PPK/PPS yang diteruskan hingga ke KPPS, untuk memastikan bahwa teman-teman penyelenggara pemilu tingkat bawah faham fungsi template itu," katanya.
Pihaknya juga akan melakukan pemantauan di lapangan untuk mengetahui pelaksanaan bimtek pada penyelenggara pemilu tingkat bawah ini karena pihaknya mentargetkan bimtek hingga KPPS selesai pada 2 Juli 2014.
Menurut dia, secara angka pasti jumlah pemilih tuna netra di Bantul, pihaknya belum mengkantongi data tersebut, namun demikian pihaknya menerima laporan dari organisasi penyandang disabilitas di wilayah ini ada sebanyak 504 warga difabel.
"Itu yang kami terima dari organisasi penyandang disabilitas pasca-pemilihan legislatif (Pileg) lalu, namun belum spesifik angkanya apakah itu tunarungu berapa, tunanetra dan tunadaksa, jadi masih angka secara keseluruhan," katanya.
Jumlah pemilih kalangan difabel itu, kata dia juga belum ada pemetaan berada di wilayah mana saja, dengan demikian template surat suara didistribusikan ke semua TPS, meskipun ada kemungkinan tidak digunakan di TPS tersebut.
Pemilihan Presiden pada 9 Juli 2014, akan diikuti dua pasangan calon presiden dan wakil presiden yakni Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla.
(KR-HRI)
Pewarta : Oleh Heri Sidik
Editor:
Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2026
