Logo Header Antaranews Jogja

Kulon Progo dorong pertumbuhan koperasi sekunder

Minggu, 29 Juni 2014 10:20 WIB
Image Print
Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Kulon Progo, DIY. (Foto ANTARA/Mamiek)

Kulon Progo (Antara Jogja) - Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mendorong pertumbuhan koperasi sekunder dalam rangka efisiensi pengelolaan, pembinaan dan fasilitasi baik oleh pemerintah maupun lembaga lainnya.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kulon Progo Sri Hermintarti di Kulon Progo, Minggu, mengatakan pengembangan koperasi sekunder merupakan satu langkah maju dalam pengembangan koperasi.

"Berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 adanya koperasi sekunder dapat menjadi tolok ukur keberhasilan pengembangan koperasi. Artinya semakin banyak koperasi sekunder maka akan terjadi efisiensi pengelolaan,pembinaan dan fasilitas," kata Sri Hermintarti.

Ia mengatakan di Kabupaten Kulon Progo terdapat 353 koperasi yang terdiri dari 248 koperasi primer dan lima koperasi sekunder.

Adapun lima koperasi sekunder yang berkembang baik yakni Koperasi Simpan Pinjam Kopdit Pinunjul, KUB-KUD yang beranggotakan KUD se Kulon Progo, Koperasi PKPRI yang beranggotakan PNS dan guru, Puskopsyah beranggotakan koperasi syariah dan KSU Binangun.

"Kedepan diharapkan akan tumbuh banyak koperasi sekunder di Kabupaten Kulon Progo yang berasal dari kumpulan koperasi-koperasi primer, sehingga akan mendorong geliat ekonomi di Kabupaten Kulon Progo menjadi lebih baik," kata Sri Hermintarti.

Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo mengatakan Pemerintah Kulon Progo terus memberikan bantuan kepada koperasi-koperasi sekunder dalam rangka percepatan pertumbuhan ekonomi sektor menengah ke bawah. Selian itu, kebijakan pembinaan koperasi dan usaha mikro,kecil, dan menengah adalah pengembangan bidang produksi, pengolahan dan pemasaran.

Pada 2007, lanjut Hasto, pemkab memberikan pijamanan modal sebesar Rp1,26 miliar kepada empat koperasi yakni Kopdit Pinunjul sebesar Rp1 miliar, Koperasi Mina Prospek Mandiri sebesar Rp46,85 juta, Koperasi Agro Cipta Mandiri sebesar Rp17,5 juta, dan KUD Gangsar sebesar Rp200 juta.

"Koperasi dapat berkembang baik dan lancar serta tepat waktu dalam pengembalian pinjamannya dan posisinya sudah lunas," katanya.

Dia mengatakan pada 2008, pemkab juga telah memberikan pinjaman modal sebesar Rp1 miliar kepada Kopdit Pinunjul. Berdasarkan laporan kekuangan, koperasi dapat berkembang baik dan lancar serta tepat waktu dalam pengembalian pinjamannya dan posisi saat ini pinjaman telah lunas.

Selain itu, pada 2009, pemkab memberikan pinjaman modal sebesar Rp1,1 miliar kepada dua koperasi yakni Kopdit Pinunjul sebesar Rp500 juta, dan KUB KUD se-Kulon Progo sebesar Rp600 juta.

Koperasi ini dapat berkembang baik dan lancar serta tepat waktu dalam pengembalian pinjamannya. Khusus KUB KUD se-Kulon Progo telah melunasi sebelum jatuh tempo pada Desember 2014.

Pada 2010, pemkab memberikan pinjaman modal sebesar Rp1,85 miliar kepada dua koperasi yakni Kopdit Pinunjul sebesar Rp1,25 miliar dan KUD Sedyo Rukun sebesar Rp600 juta. Koperasi ini dapat berkembang baik dan lancar serta tepat waktu dalam pengembalian pinjamannya. Pada 2011, pemkab kembali memberikan pinjaman modal sebesar Rp1,25 miliar kepada Kopdit Pinunjul.

"Dari data tersebut, Pemkab Kulon Progo terus berupaya mendorong pertumbuhan koperasi sekunder," katanya.

(KR-STR)



Pewarta :
Editor: Mamiek
COPYRIGHT © ANTARA 2026