
Polres Bantul dekati ormas cegah perkembangan ISIS

Bantul (Antara Jogja) - Kepolisian Resor Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, melakukan pendekatan kepada organisasi kemasyarakatan di wilayah ini untuk mencegah perkembangan gerakan yang berkaitan dengan Islamic State of Iraq and Syiria.
"Dari Polres Bantul sudah ada pendataan ormas-ormas yang ada di Bantul, dan kami sudah melakukan pendekatan kepada mereka dan secara umum mereka tidak mendukung ISIS ini," kata Kapolres Bantul AKBP Surawan di Bantul, Jumat.
Menurut dia, setidaknya ada sekitar 15 ormas di Bantul dengan basis massa yang kuat telah diajak berkomunikasi, dan tidak ada satupun ormas yang menyatakan memberi dukungan terhadap gerakan yang berkembang di negara Timur Tengah itu.
"Karena mereka menyadari ini (ISIS) bukan masalah agama, namun masalah politik di luar sana yang mungkin ada sedikit simpati itu tidak masalah, asal tidak membuat keributan atau gerakan yang berlebihan di sini," katanya.
Pihaknya juga tidak membantah adanya demo maupun unjuk rasa mendukung perjuangan Palestina terhadap agresi militer Israel, namun diharapkan tidak ada tindakan yang sampai mengarah pada anarkis.
Ia juga mengatakan, akan terus melakukan komunikasi dengan tokoh agama untuk memberi pemahaman tentang bahaya dan apa ISIS itu, bahkan dalam waktu dekat akan digelar mujahadah dan pengajian akbar sebagai media sosialisasi.
"Termasuk upaya pencegahan dilakukan di tengah masyarakat juga sekolah -sekolah agar (pelajar) tidak usah ikut-ikutan, apalagi mereka tidak smeua tahu ISIS itu apa," katanya.
Terkait ditemukannya pemasangan bendera ISIS di wilayah Pandak dan vandalisme di sekitar kampus Institus Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, menurut dia itu tidak bisa dijadikan sebagai indikasi masuknya paham ISIS di Bantul.
"Pelaku pemasangan bendera bukan dari ormas namun peroangan dan sudah kami tanyai, ternyata dia tidak tahu apa itu ISIS, itu hanya bentuk simpati terhadap konflik yang terjadi di luar sana, tidak tahu kalau ini adalah konflik politik," katanya.
(KR-HRI)
Pewarta : Oleh Heri Sidik
Editor:
Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026
