
Sleman salurkan bantuan peralatan pertanian Rp2,2 miliar

Sleman (Antara Jogja) - Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyerahkan bantuan sarana dan prasarana pertanian, perikanan, dan kehutanan senilai Rp2,27 miliar kepada 441 kelompok tani di wilayah setempat, Rabu.
Penyerahan dilakukan Bupati Sleman Sri Purnomo didampingi Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan Sleman Widi Sutikno di halaman Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (DPPK).
Menurut Widi Sutikno bantuan yang diserahkan terdiri dari pompa air 100 buah untuk 75 kelompok, timbangan, angkong 20 buah dan keranjang panen salak pondoh 180 buah untuk 10 kelompoka.
"Kemudian cultivator tiga buah untuk tiga kelompok, transplanter (alat tanam) dua buah untuk dua kelompok, copper tiga buah untuk tiga kelompok, pompa air 115 buah untuk 115 kelompok, timbangan ikan 115 buah untuk 115 kelompok, alat ukur kadar air 35 buah untuk 35 kelompok, mesin pengolah bambu empat buah untuk empat kelompok dan traktor 37 buah untuk 37 kelompok," katanya.
Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan, diharapkan kepada kelompok tani penerima bantuan untuk dapat memanfaatkan sarana dan prasarana pertanian ini seoptimal mungkin.
"Pemkab Sleman memiliki komitmen yang kuat untuk memperkuat kondisi perekonomian warga, sebagai upaya dalam mewujudkan tata kehidupan masyarakat Sleman yang lebih sejahtera baik lahir maupun bathin," katanya.
Ia mengatakan, salah satu upaya penguatan tersebut dilakukan melalui fasilitasi pemerintah kepada kelompok petani yang mengajukan proposal bantuan sarana prasarana pertanian.
"Dengan sarana prasarana pertanian yang diberikan, diharapkan agar kelompok petani penerima dapat menjadi lebih produktif dalam menjalankan usaha pertaniannya," katanya.
Menurut dia, sektor pertanian di Kabupaten Sleman masih menjadi salah satu unggulan perekonomian.
"Berdasarkan struktur perekonomian daerah, pertanian memberikan kontribusi sebesar 12,84 persen dalam PDRB atas harga berlaku tahun 2013, dan berdasar struktur mata pencaharian penduduk terdapat sekitar 28 persen masyarakat Sleman bergerak pada sektor tersebut," katanya.
Sri Purnomo mengatakan, oleh karena itu, untuk rencana pembangunan daerah ke depan, Pemkab Sleman telah menetapkan pembangunan sektor pertanian menjadi salah satu prioritas, sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas ketahanan pangan.
"Sebagai wilayah penyangga kebutuhan pangan DIY, Kabupaten Sleman berupaya menjaga keswasembadaan pangan yang merupakan prioritas penting. Untuk itu, Pemkab Sleman melakukan berbagai upaya, seperti pada aspek kebijakan, pelaksanaan teknis di lapangan baik sektor tanaman pangan, pertanian dan perkebunan, serta perikanan," katanya.
Upaya stabilisasi ketahanan dan ketersediaan pangan, katanya, dilakukan dari aspek peningkatan SDM, kelembagaan, sarana prasarana maupun pemanfaatan lahan.
Diharapkan agar Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan, melalui para petugas penyuluh lapangan dapat terus memotivasi petani untuk dapat memanfaatkan teknologi tepat guna dalam upaya meningkatkan produktifitas pertanian.
" Para penyuluh lapangan juga perlu membekali diri dengan peningkatan wawasan dan pengetahuan tentang pertanian yang modern tanpa meninggalkan pengembangan pertanian yang telah berhasil guna dalam meningkatkan kesejahteraan para petani," katanya.
(V001)
Pewarta : Oleh Victorianus Sat Pranyoto
Editor:
Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2026
