
UNDP akhiri program pemulihan penghidupan pascaerupsi Merapi

Sleman (Antara Jogja) - United Nations Development Programme bersama Food and Agriculture Organization of the United Nations di bawah naungan Indonesia Multi Donor Fund Facility for Disaster Recovery yang didanai Pemerintah Selandia Baru, mengakhiri Program Pemulihan Penghidupan Pascaerupsi Gunung Merapi.
Penutupan dan serah terima Program Pemulihan Penghidupan Pasca Erupsi Merapi dilakukan Bupati Sleman Sri Purnomo di Sleman, Kamis.
Kegiatan program itu dilakukan sejak 2011.
Pada acara penutupan program dihadiri skeitar 60 orang perwakilan dari BNPB, Bappenas, IMDFF-DR, New Zealand Aid, Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta, Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah dan SKPD Kabupaten Sleman, Klaten, Magelang dan Boyolali, serta mitra-mitra terkait.
Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan inisiasi program UNDP dan FAO yang bekerja sama dengan BPBD dan SKPD Kabupaten Sleman, Magelang, Klaten dan Boyolali, diharapkan dilanjutkan pemerintah daerah dengan dukungan masyarakat yang mempunyai modal kearifan lokal yaitu kegotongroyongan dan kesetiakawanan yang kuat.
Perwakilan BNPB Siswanto Budi Prasojo mengatakan program-program yang dilakukan UNDP dan FAO seperti penyediaan kandang komunal, akses pasar salak, Sistem Informasi Desa (SID), "Sister Village", Studi Longitudinal Merapi, penyusunan Indeks Pemulihan Pascabencana serta dukungan koordinasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi, mengharapkan program-program itu dilanjutkan dan dijadikan model pengembangan selanjutnya.
Sedangkan perwakilan New Zealand Aid, Phillip Hewitt menyatakan kebanggaannya atas kesuksesan program Merapi yang inovatif ini.
"Atas dasar itu, Pemerintah Selandia Baru konfiden untuk mendukung daerah lain, erupsi Sinabung, Kelud dan banjir bandang Manado," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, BPBD Daerah Istimewa Yogyakarta, Provinsi Jawa Tengah, Kabupaten Sleman dan Magelang, menyampaikan terimakasih atas dukungan dari UNDP dan FAO dalam mendukung pelaksanaan Rehabilitasi dan Rekonstruksi.
(V001)
Pewarta : Oleh Victorianus Sat Pranyoto
Editor:
Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026
