Logo Header Antaranews Jogja

Pemkab Kulon Progo perbaiki mekanisme program raskin

Jumat, 26 September 2014 21:38 WIB
Image Print
Ilustrasi (Foto antaranews.com)

Kulon Progo (Antara Jogja) - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, memperbaiki mekanisme pelaksanaan program beras miskin melalui rintisan beras miskin daerah.

"Kami tetap konsisten berupaya menegakkan kemandirian dan kedaulatan pangan di Kulon Progo yakni dengan semangat "Bela Beli Kulon Progo". Yaitu memenuhi kebutuhan beras untuk program raskin oleh gabungan kelompok tani (dapoktan) dari beras yang diproduksi oleh petani Kulon Progo," kata Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo di Kulon Progo, Jumat.

Hasto berharap, setelah perbaikan pengelolaan rasda dan kerjasama dengan bulog, kedepan dapat mempersingkat waktu antara pengadaan sampai pendistribusian sehingga dapat meminimalisir penurunan mutu.

"Rumah tangga sasaran (RTS) mendapat beras yang lebih layak. Dengan memperpendek jarak antara gudang penyimpanan dengan titik distribusi dapat efisiensi biaya transportasi," kata Hasto.

Menurut Hasto, beras petani yang selalu melimpah saat panen raya dapat dibeli untuk mempertahankan kelayakan harga, sehingga petani tidak dirugikan. Disamping itu, gapoktan yang mensuplai beras ke bulog juga mendapatkan keuntungan dan meningkatkan kesejahteraan petani. "Kami akan memberikan bantuan alat perawatan rasda bagi gapoktan yang ditunjuk," katanya.

Namun demikian, Hasto mengakui demi terwujudnya tujuan rasda diperlukan dukungan kebijakan kelembagaan, sarana prasarana dari pemerintah pusat, pemerintah Provinsi DIY dan Pemkab Kulon Progo.

Hasto mengatakan program rasda sangat penting, maka semua pihak berkomitmen untuk mendukung terlaksananya rasda demi tercapainya program bantuan pangan yang memenuhi ketepatan sasaran, jumlah dan kualitas beras bantuan, waktu distribusi, harga tebusan dan pengadministrasian yang transparan dan akuntabel.

"Kami berkomitmen menjadikan program rasda sebagai upaya peningkatan pendapatan petani padi dan peningkatan perekonomian desa dan daerah," kata dia.

(KR-STR)



Pewarta :
Editor: Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026