
Perajin bambu diimbau waspadai eksportir nakal

Sleman (Antara Jogja) - Pusat Aplikasi Bambu Indonesia mengimbau para perajin maupun petani bambu untuk mewaspadai adanya eksportir nakal yang mencoba mengelabuhi aturan dengan memesan bentuk olahan bambu yang sederhana.
"Ada aturan yang melarang ekspor bambu dalam bentuk utuh atau gelondongan dengan panjang lebih dari lima meter," kata Ketua Aplikasi Bambu Indonesia Satya Hermawan di Sleman, Yogyakarta, Jumat.
Menurut dia, banyak ditemukan eksportir bambu yang mencoba mengecoh untuk mensiasati aturan tersebut dengan memesan tangga bambu atau pagar bambu dengan panjang lebih dari lima meter dan minta agar bambu tidak dibelah.
Ia mengatakan, pesanan produk olahan bambu seperti itu hanya akal-akalan saja, karena sesampai di negara tujuan bambu tersebut tidak digunakan sebagai tangga atau pagar, melainkan diolah lagi menjadi berbagai bentuk funiture, mebel maupun kerajinan lainnya.
"Pesanan tangga dan pagar tersebut hanya untuk mengelabuhi agar bambu bisa lolos ekpor," katanya.
Satya mengatakan, diimbau para petani bambu atau perajin bambu khususnya di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta lebih waspada jika ada pesanan dari eksportir dalam bentuk seperti itu.
"Jika ada pesanan olahan bambu, bisa dilayani tapi jangan dalam bentuk gelondongan. Bambu harus dalam bentuk olahan jadi, bukan setengah jadi, dan tidak berupa gelondongan seperti tangga atau pagar," katanya.
Ia mengatakan,SDM dan SDA bambu di Sleman luar biasa sekali dan ini harus dimanfaatkan untuk kesejahteraan pegiat bambu dari hulu hingga hilir.
"Sleman salah tempat yang memiliki lahan bambu sangat luas, meskipun lokasinya terpencar, ada pembudidaya bambu, punya perusahaan pengawetan bambu, dan ratusan perajin bambu," katanya.
Diharapkan dengan bambu bisa memberdayakan masyarakat, karena bambu dari ujung bawah hingga paling atas ada nilai ekonomisnya. "Bahkan limbah bambu bisa menjadi manfaat, seperti untuk tusuk gigi dan kerajinan lainnya," katanya.
Kepala Dinas Perindusterian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Sleman Pustopo mengatakan pihaknya beberapa waktu lalu mendapat pesanan tangga bambu dari seseorang untuk di kirim ke Bali.
"Saat itu ada pesanan 50 unit tangga ke Bali dan sudah dikirimkan, bahkan ini ada pesanan lagi sekitar 250 unit tangga bambu," katanya.
(V001)
Pewarta : Oleh Victorianus Sat Pranyoto
Editor:
Heru Jarot Cahyono
COPYRIGHT © ANTARA 2026
