
BP3K gelar potensi hasil pertanian

Sleman (Antara Jogja) - Balai Penyuluh Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Wilayah III Seyegan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyelenggaran gelar potensi pertanian wilayah berupa berbagai produk pertanian dan olahannya, Kamis.
Gelar potensi ini diikuti 51 kelompok tani sebagian besar potensi kelompok wanita tani (KWT) meliputi produk olahan makan kecil, pertanian, kerajinan, buah-buahan, peternakan, dan perikanan.
Kegiatan ini juga diisi dengan lomba mewarnai dengan tema gemar makan ikan dari anak-anak TK dan kampanye makan daging kelinci yang diikuti anak PAUD Margodadi Seyegan.
Bupati Sleman Sri Purnomo langsung meninjau stan yang dipamerkan meliputi produk buah-buahan, sayuran, beras organik, salak organik, makanan kecil, peternakan itik, kelinci, perikanan nila, gurameh, kerajinan dan makanan olahan lainnya serta kegiatan Gabungan Kelompok Petani (Gapoktan).
Bupati mengapresiasi terhadap apa yang dihasilkan oleh Ibu-Ibu yang tergabung dalam KWT karena di tengah kesibukan mengurus rumah tangga masih mampu menciptakan kegiatan yang mempunyai nilai ekonomis yang dapat mendukung ekonomi keluarga.
"Ini yang namanya produk ekonomi kreatif, untuk itu Pemkab Sleman akan terus mendukung dengan sarana prasarana yang setiap tahun rutin diadakan untuk membantu para kelompok tani untuk dapat meningkatakan kualitas dan kuantitas produksi," kata Sri Purnomo.
Ia mengatakan diharapkan semua pihak bahu membahu untuk terus menghidupkan usaha pertanian sehingga dapat menciptakan swasembada pangan.
"Upaya ini dilakukan dengan mendorong petani untuk meningkatkan kreativitas dan pemerintah mendukung dengan prasarana mekanik untuk mempermudah petani dalam melakukan kegiatan petanian," katanya.
Dalam kesempatan ini juga diadakan dialog yang disambut antusias oleh anggota KWT dan Gapoktan dengan mengemukakan berbagai permasalahan maupun pengalaman kepada Bupati Sleman yang dipandu Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Sleman Widi Sutikno.
Permasalahan yang dihadapi kelompok tani di antaranya kebutuhan peralatan, permodalan, masalah bibit tanaman dan perlunya kegiatan studi banding keluar daerah untuk menimba ilmu di tempat lain yang pertaniannya sudah maju.
(V001)
Pewarta : Oleh Victorianus Sat Pranyoto
Editor:
Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026
