Logo Header Antaranews Jogja

Dinas Pendidikan akan evaluasi kepala SD Sanden

Selasa, 16 Desember 2014 18:05 WIB
Image Print
Ilustrasi (Foto Istimewa)

Bantul (Antara Jogja) - Dinas Pendidikan Dasar Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan melakukan evaluasi terhadap kepala dan guru kelas Sekolah Dasar 2 Sanden menyusul kejadian pengeroyokan oleh belasan siswa terhadap salah satu siswa sekolah itu.

"Kalau peristiwanya terjadi di dalam kelas dan proses belajar sedang berlangsung, jelas ada kelengahan guru kelas termasuk kepala sekolah. Makanya perlu ada evaluasi di sekolah ini," kata Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Dasar Bantul, Slamet Pamuji, di Bantul, Selasa.

Pengeroyokan terhadap salah seorangb siswa kelas lima SD 2 Sanden berinisial `S` oleh 13 siswa tersebut terjadi pada Selasa (9/12) saat kegiatan belajar di sekolah berlangsung. Akibat kejadian tersebut wali siswa korban, Sugito, melapor ke kepolisian sektor (polsek) setempat dan DPRD Bantul.

Pada Selasa ini pihaknya mendampingi Kepala Sekolah dan guru kelas SD 2 Sanden untuk melakukan audiensi dengan Komisi D DPRD Bantul di SD Sanden setelah lembaga legislatif tersebut menerima laporan dari wali siswa pada Senin (15/12) lalu.

Slamet mengatakan kejadian tersebut sangat disayangkan karena bisa mencoreng dunia pendidikan di Bantul, sehingga pihaknya akan mengevaluasi guru kelas dan kepala sekolah, sebab jika sekolah melakukan tanggung jawab dan tugasnya dengan baik, maka kasus ini tidak akan terjadi.

"Kami juga akan mencari titik lengahnya dan tanggung jawab seperti apa yang harus ditanggung guru dan sekolah, apalagi kami melihat dari sisi lain di SD Sanden ini memilik prestasi akademik," katanya.

Menurut dia, kepala sekolah sebagai pemimpin harus mengetahui seluruh kejadian yang ada di sekolah, termasuk permasalahan siswa yang menjadi tanggungjawab terutama guru harus tahu, apalagi ada perkelahian bahkan penganiayaan.

"Ini juga menjadi pembelajaran kami, dan saya sendiri meminta maaf kepada seluruh masyarakat Bantul atas kejadian ini karena saya akui mungkin ada kelengahan dari saya. Tapi yang di lapangan juga harus benar-benar dalam pengawasan," katanya.

Ketua Komisi D DPRD Bantul Enggar Suryo Jatmiko mengatakan, pihaknya mengkritisi kinerja kepala sekolah, karena seharusnya pihak sekolah segera menyelesaikan insiden ini atas inisiatif sendiri, bukan malah menunggu adanya laporan dari wali murid.

"Yang namanya kepala sekolah seharusnya tahu apa yang terjadi di sekolah, apalagi pengeroyokan ini terjadi saat proses kegiatan belajar mengajar dan di ruang kelas juga ada gurunya," katanya.

Oleh sebab itu, pihaknya meminta ada evaluasi dari Dinas Pendidikan terhadap Kepala SD 2 Sanden agar kejadian serupa tidak terjadi lagi, dan meminta sekolah tidak menyepelekan permasalahan ini, agar tidak mencoreng dunia pendidikan di Bantul.

(KR-HRI)



Pewarta :
Editor: Agus Priyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026