
Organda Sleman belum turunkan tarif angkutan

Sleman (Antara Jogja) - Organisasi Angkutan Darat Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, belum akan menurunkan tarif angkutan umum pascapenurunan harga bahan bakar minyak solar dan premium bersubsidi.
"Kami belum memutuskan soal tarif angkutan umum, karena penentuan tarif tidak hanya berdasarkan harga BBM saja," kata Ketua Organda Kabupaten Sleman Juriyanto, Rabu.
Menurut dia, tarif angkutan umum juga ditentukan dari harga suku cadang dan biaya operasional lainnya yang masih tinggi harganya akibat kenaikan BBM lalu.
"Harga suku cadang masih tinggi, termasuk juga oli. Belum lagi untuk makan awak angkutan saat bekerja. Semua harga naik setelah kenaikan harga BBM lalu," katanya.
Ia mengatakan, Organda Kabupaten Sleman masih akan melakukan pengkajian terhadap kenaikan atau penurunan tarif angkutan umum. "Apalagi ada kabar bahwa pemerintah masih akan menurunkan lagi harga BBM," katanya.
Sementara di kalangan supir angkutan umum di Kabupaten Sleman mengaku keberatan jika tarif angkutan diturunkan, mengingat biaya operasional yang masih tinggi.
"Ya saat ini harga suku cadang masih tinggi dan biaya lainnya juga mahal. Jadi akan sulit jika tarif diturunkan, karena kami bisa tidak dapat pemasukan," kata sopir angkutan di Terminal Jombor Sleman Diryo.
Ia mengatakan, meski berharap tarif angkutan umum tidak turun, namun dirinya masih menunggu keputusan dari Organda Kabupaten Sleman. "Saya masih menunggu keputusan Organda Sleman, kalau memang tarif harus diturunkan ya apa boleh buat. Tapi kami berharap tarif angkutan tidak turun," katanya.
(V001)
Pewarta : Oleh Victorianus Sat Pranyoto
Editor:
Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026
