Logo Header Antaranews Jogja

Stok darah di PMI Yogyakarta minim

Rabu, 4 Februari 2015 16:00 WIB
Image Print
Stok darah PMI Yogyakarta, doc (Foto Antara/Noveradika)

Yogyakarta (Antara Jogja) - Stok darah di Palang Merah Indonesia Kota Yogyakarta sejak awal tahun hingga memasuki Februari masih minim, dan terkadang sulit memenuhi permintaan darah dari masyarakat.

"Persediaan darah untuk seluruh golongan darah tidak terlalu banyak, bahkan pernah ada kekosongan untuk golongan darah B, sehingga masyarakat harus membawa pendonor sendiri," kata Sekretaris Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Yogyakarta Harris Syarif Usman di Yogyakarta, Rabu.

Menurut dia, PMI telah melakukan berbagai upaya untuk menjaga atau meningkatkan stok darah guna memenuhi permintaan masyarakat, misalnya dengan mengirimkan pesan singkat telepon seluler kepada pendonor yang rutin mendonorkan darahnya.

Selain itu, lanjut dia, PMI Kota Yogyakarta juga mengirimkan surat permohonan kepada berbagai perusahaan atau kantor-kantor pemerintah untuk menggelar kegiatan donor darah massal.

"Hanya saja, upaya tersebut belum membuahkan hasil yang maksimal. Namun, kami akan tetap berupaya untuk meningkatkan stok darah yang ada," katanya.

Harris mengatakan PMI benar-benar membutuhkan dukungan dari masyarakat guna meningkatkan stok darah sehingga seluruh permintaan yang masuk bisa langsung dipenuhi.

Ia menambahkan, donor darah secara rutin tidak hanya bermanfaat untuk orang lain tetapi juga bermanfaat untuk diri sendiri, karena setiap kali melakukan donor darah, maka pendonor akan menjalani serangkaian pengecekan kondisi kesehatan seperti tekanan darah dan kadar hemoglobin.

"Harapannya, stok darah di PMI kembali stabil apalagi saat ini sudah mulai merebak kasus demam berdarah sehingga permintaan darah meningkat. Satu pasien demam berdarah biasanya tidak hanya membutuhkan satu kantong darah, tetapi bisa lebih," katanya.

Rata-rata permintaan darah di PMI Kota Yogyakarta adalah 100 hingga 150 kantong sehari atau 4.000 kantong per bulan.

Permintaan tidak hanya datang dari warga Kota Yogyakarta dan kabupaten lain di DIY, tetapi juga datang dari masyarakat yang tinggal di Jawa Tengah bagian selatan.
(E013)



Pewarta :
Editor: Agus Priyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026