PMI Gunung Kidul mencatat stok darah Januari-Mei 2.799 kantong

id PMI,Donor darah ,Gunung Kidul

PMI Gunung Kidul mencatat stok darah Januari-Mei 2.799 kantong

Kelompok masyarakat di Gunung Kidul menggelar aksi donor darah. (ANTARA/HO-Instagram pmigunungkidul)

Gunung Kidul (ANTARA) - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mencatat stok darah pada Januari-Mei 2022 sebanyak 2.799 kantong dengan tingkat permintaan sebanyak 2.696 kantong.

"Persediaan darah di Gunung Kidul melebihi kebutuhan, sehingga PMI Gunung Kidul 'mengekspor' darah ke daerah lain yang masih kekurangan," kata Ketua PMI Gunung Kidul Iswandoyo di Gunung Kidul, Rabu.

Ia mengatakan, pada 2021 lalu, permintaan darah di Gunung Kidul mencapai 5.871 kantong, sedangkan persediaannya hanya 5.578 kantong. PMI Gunung Kidul pun harus "mengimpor" darah dari daerah lain.

PMI Gunung Kidul berharap peringatan Hari Donor Darah Sedunia menjadi momentum untuk meningkatkan rasa kepedulian dan solidaritas dari para pendonor.

"Kami juga berharap akan lebih banyak lagi yang bersedia menjadi pendonor darah sukarela," katanya.

Iswandoyo mengatakan total ada 98 kelompok pendonor di Gunung Kidul. Sedangkan yang aktif dan rutin melakukan donor setiap tiga bulan sekali ada sebanyak 54 kelompok, yang berasal dari berbagai instansi dan lembaga masyarakat.

"Sejak awal tahun ini kegiatan donor darah juga mulai kembali aktif. Bahkan ada kelompok-kelompok pendonor baru yang ikut rutin melakukan donor darah," katanya.

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Donor Darah Indonesia (PDDI) DIY Gusti Bendara Pangeran Haryo (GBPH) Yudhaningrat berpesan kepada pengurus PDDI Gunung Kidul agar tidak menjadikan kegiatan donor darah sebagai peluang ekonomi, karena donor darah sepenuhnya ditujukan untuk kemanusiaan.

"Donor darah semata-mata untuk melindungi dan menyelamatkan sesama yang membutuhkan," katanya.